Perangi hoax, Google dan YouTube gelontorkan $13,2 juta

Dharma Putra

Google dan platform YouTube ingin meningkatkan informasi dan meningkatkan sumber yang kredibel, dan mengurangi bahaya kesalahan dan disinformasi.

ilustrasi | cover topik.id

Banyak informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax yang disebarkan di dunia maya oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Lantas bagaimana untuk melawanya dan memberi jawaban yang benar atas informasi palsu?

Perusahaan teknologi dunia Google dan platform berbagai video YouTube bergerak maju untuk melawan hoax di seluruh dunia. 

Seperti penelusuran TOPIK.ID, Jumat (2/12/2022) dari laman resmi Google, mengumumkan hibah sebesar $13,2 juta kepada International Fact-Checking Network (IFCN) lembaga nirlaba Poynter Institute untuk meluncurkan Global Fact Check Fund baru.

"Mendukung jaringan mereka yang terdiri dari 135 organisasi pemeriksa fakta dari 65 negara yang mencakup lebih dari 80 bahasa. Membangun pekerjaan kami sebelumnya untuk mengatasi misinformasi, ini adalah hibah tunggal terbesar dari Google dan YouTube dalam pemeriksaan fakta," tulis Google di laman blog.google.
Google dan platform YouTube ingin meningkatkan informasi dan meningkatkan sumber yang kredibel, dan mengurangi bahaya kesalahan dan disinformasi di seluruh dunia. 

"Membantu orang mengidentifikasi misinformasi adalah tantangan global. Global Fact Check Fund akan membantu pemeriksa fakta untuk menskalakan operasi yang ada atau meluncurkan yang baru yang meningkatkan informasi, meningkatkan sumber yang kredibel, dan mengurangi bahaya kesalahan dan disinformasi di seluruh dunia," terang Google kembali.

Perusahaan yang dinahkodai Sundar Pichai itu mengutarakan organisasi pemeriksa fakta dapat menggunakan dana tersebut untuk menggabungkan teknologi baru, membuat atau memperluas jejak digital, mengoptimalkan alat verifikasi.

"Meningkatkan kapasitas mereka untuk memperdalam keterlibatan audiens melalui format penceritaan yang inovatif seperti audio, video, atau podcast. Dana akan dibuka pada awal 2023," beber Google.

Saat ini fitur cek fakta di Google Penelusuran, Berita, dan YouTube adalah cara mudah untuk menemukan informasi dari organisasi pemeriksa fakta independen. Publik dapat menemukan pemeriksaan fakta dan fitur konteks tambahan di seluruh platformnya, seperti:

1. Cek fakta yang relevan dalam hasil di Penelusuran, Berita, dan Gambar Google untuk memastikan Anda mendapatkan konteks lengkap saat menelusuri.

2. Panel cek fakta di YouTube muncul di bagian atas hasil penelusuran untuk kueri yang terkait dengan klaim tertentu, membantu memberikan konteks tambahan kepada penonton. Panel ini tersedia di enam negara dan kami berupaya meluncurkannya di pasar tambahan.

3. Bagian Cek Fakta di Google Berita di desktop. Selain tajuk utama, kini publik akan melihat klaim asli yang dibuat bersama dengan penilaian yang diperiksa fakta dari organisasi independen.

4. Fact Check Explorer mencari klaim dari antara 150.000 cek fakta dari penerbit terkemuka.

YouTube baru-baru ini meluncurkan Hit Pause untuk memerangi hoax diseluruh dunia, program ini inisiatif literasi media untuk membantu pemirsa menemukan dan mengevaluasi informasi yang salah. 

Selain itu, Google juga bermitra dengan organisasi yang berfokus pada literasi media melalui Google News Initiative .
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks