Fakta-fakta internet Starlink akan mengudara di langit Indonesia

Hardi Muttaqin

Sistem Maps Starlink memberikan cakupan layanan atau persetujuan peraturan secara real-time, Indonesia di mulai 2024.

Starlink Maps | foto: starlink.com
Starlink merupakan layanan internet berkecepatan tinggi besutan orang terkaya di dunia, Elon Musk. Proyek pengembangan konstelasi satelit yang sedang dijalankan oleh perusahaan Amerika Serikat di bawah naungan SpaceX

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi G Sadikin melakukan kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat (AS) pada Jumat (4/8/2023) lalu.

Salah satu kunjungan kerjanya di AS, Menkes Budi bertemu dengan Elon Musk, pemilik SpaceX yang memberikan layanan internet berbasis satelit Starlink keseluruh penjuru dunia.

Walau pihak SpaceX belum memberikan keterangan resminya terkait dengan beroperasinya internet Starlink dalam waktu dekat di Indonesia, hal ini menarik untuk ditelisik terkait teknologi apa yang dikembangkan hingga bagaimana cara kerja internet tersebut agar dapat memberi solusi atas hambatan geografis di Indonesia.

Labih lanjut, Menkes Budi telah menjajaki kerja sama dengan Starlink, dengan harapan jaringan satelit milik Elon Musk itu bisa menyediakan akses internet di Puskesmas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Ini merupakan upaya kami untuk memastikan layanan kesehatan yang setara dan merata di Tanah Air," jelas Menkes Budi dalam keterangan resminya, Senin (7/8/2023).

Menkes Budi juga mengutarakan peningkatan konektivitas internet dapat membuka akses yang lebih baik ke layanan kesehatan, dan akses komunikasi antar daerah akan lebih mudah sehingga pelaporan dari fasilitas pelayanan kesehatan bisa real-time. 

Lanjutnya, selain itu, aktivitas ini juga mendukung agenda digitalisasi transformasi kesehatan Indonesia.

''Dengan adanya akses internet, konsultasi layanan kesehatan dapat dilakukan secara online. Peningkatan kemampuan tenaga kesehatan lewat pelatihan jarak jauh juga bisa dilakukan,'' harap Menkes Budi.

Proyek ini bertujuan untuk menghadirkan sebuah sistem komunikasi internet berbasis satelit yang memiliki performa tinggi serta dengan harga yang terjangkau.

Seperti laporan SpaceX, jaringan konstelasi Starlink berada dalam 3 ketinggian orbit yang berbeda. Pada fase pertama, SpaceX meluncurkan 1584 satelit menuju orbit setinggi 550 km di atas permukaan Bumi. 
"Sebagai penyedia layanan peluncuran terkemuka di dunia, SpaceX adalah satu-satunya operatoyar satelit yang memiliki kemampuan untuk meluncurkan satelitnya sendiri sesuai kebutuhann. Dengan peluncuran yang sering dan berbiaya rendah, satelit Starlink terus diperbarui dengan teknologi terbaru," keterangan tertulis di laman Starlink.
Orbit tersebut memiliki inklinasi sebesar 55° serta 40 bidang orbit yang berbeda dengan masing-masing bidang memiliki 66 satelit. 

SpaceX mengisi dua ketinggian orbit lainnya. Perusahan yang dinahkodai big bos Tesla itu juga mengisi 7518 satelit menuju orbit setinggi 340 km serta 2841 satelit untuk ketinggian 1200 km

Fase pertama membutuhkan 24 peluncuran dengan 60 satelit di setiap peluncuran untuk dapat mencapai jangkauan global, namun hanya membutuhkan 6 peluncuran untuk dapat menyajikan internet di Amerika Utara. 

"Starlink sekarang dapat melayani komunitas tambahan di Alaska, Kanada, dan wilayah kutub yang sebelumnya tidak memiliki akses ke internet yang andal, berkecepatan tinggi, dan berlatensi rendah," twet akun resmi Starlink.


Pusat pengembangan satelit Starlink yang berada di Redmond, Washington berfungsi sebagai tempat penelitian, pengembangan, produksi satelit, serta pusat kendali seluruh satelit dalam proyek satelit internet Starlink.

Dengan sistem internet berbasis satelit, Starlink memungkinkan memberikan pelayanan internet skala cepat di seluruh penjuru muka bumi.

Lantas apakah layanan Starlink menjangkau wilayah Asia, Khususnya Indonesia?

starlink.com/map
Dari penelusuran topik.id, Selasa (8/8/2023) di laman resmi Starlink layanan perusahaan tersebut tersedia di seluruh dunia dengan parameter real-time menggunakan peta sesuai benua dan negara.

Dari grafis peta yang disajikan dari laman starlink.com/map cakupan di wilayah Indonesia di mulai pada tahun 2024, maka dalam status real-time itu wilayah Indonesia masuk dalam layanan segera hadir.

Selain itu, jika digeser ke wilayah negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia dan Singapore layanan internet Starlink sudah sepenuhnya tersedia.

"Cakupan layanan atau persetujuan peraturan yang tertunda, di mulai 2024" keterangan singkat dari laman real-time starlink jika di arahkan ke peta wilayah Indonesia.

Namun fakta apa lagi yang menarik dari layanan internet Starlink dengan teknologi berbasis satelit itu? Berikut rangkuman dan ulasan faktanya:

Kit Starlink | foto: starlink.com

1. Broadband berkecepatan tinggi

Starlink menyediakan internet broadband berkecepatan tinggi dengan latensi rendah di seluruh dunia. 

Dalam setiap area cakupan, pesanan dipenuhi berdasarkan prinsip pertama datang, pertama dilayani. 

Dengan Starlink, pengguna dapat terlibat dalam aktivitas yang secara historis tidak mungkin dilakukan dengan internet satelit.

Layanan Starlink berkecepatan tinggi dan latensi rendah dimungkinkan melalui konstelasi satelit sangat canggih terbesar di dunia yang beroperasi di orbit rendah di sekitar Bumi.

2. Berbasis satelit

Cara kerja sebagian besar layanan internet satelit berasal dari satelit-satelit geostasioner tunggal yang mengorbit planet pada jarak 35.786 km. 

Maka, waktu untuk data bolak-balik antara pengguna dan satelit juga dikenal sebagai latensi tinggi.

Sehingga hampir mustahil untuk mendukung streaming, permainan online, panggilan video, atau aktivitas kecepatan data tinggi lainnya.

Starlink didukung konstelasi ribuan satelit yang mengorbit planet lebih dekat ke Bumi, sekitar 550 km, dan mencakup seluruh dunia. 

Jarak antar satelit dan bumi | @spaceX
3. Teknologi terkini.

Optik: Starlink sedang menguji operasional penuh, laser ruang optik (Link Intersatellit Optik atau ISLs) pada satelitnya, yang memungkinkan pesawat ruang angkasa untuk mengirimkan data tanpa memerlukan stasiun bumi lokal, yang memberikan cakupan yang benar-benar global.

Antena: Setiap satelit Starlink menggunakan 4 antena susun bertahap yang kuat dan 2 antena parabola untuk memberikan peningkatan kapasitas.

Sistem Tenaga Penggerak ION: Pendorong ion yang efisien, yang didukung oleh krypton, memungkinkan satelit Starlink untuk mengorbit naik, melakukan manuver di luar angkasa, dan melakukan deorbit pada akhir masa pakainya. Starlink adalah pesawat ruang angkasa berpenggerak krypton pertama yang pernah diterbangkan.

Susunan Surya Tunggal: Satelit Starlink memiliki fitur susunan surya tunggal, yang secara signifikan menyederhanakan sistem. Sel surya terstandardisasi, dan mudah untuk mengintegrasikan ke dalam proses pembuatannya.

Menghindari Tabrakan Mandiri:  Satelit Starlink secara mandiri melakukan manuver untuk menghindari tabrakan dengan puing-puing orbit dan pesawat ruang angkasa lainnya. Kemampuan ini mengurangi kesalahan manusia dan memberikan keandalan yang luar biasa, melebihi standar industri berkali lipat.

Pelacak Bintang: Sensor navigasi yang dibuat khusus milik Starlink menyisir bintang-bintang untuk menentukan lokasi, ketinggian, dan orientasi setiap satelit, yang memungkinkan penempatan keluaran broadband yang tepat.

Satelit Ringan dan Ringkas: Setiap satelit memiliki fitur dengan desain panel datar ringkas yang meminimalkan volume berat, yang memungkinkan untuk untuk ditumpukkan lebih padat untuk keperluan peluncuran roket Falcon 9 SpaceX.

4. Ramah pengguna.

Kit Starlink hadir dengan semua yang dibutuhkan untuk terhubung dalam hitungan menit termasuk Starlink, router WiFi, kabel, dan rangka dasar.

Dirancang untuk diinstall secara permanen di atap, tiang, atau dinding untuk menghindari penghalang tersedia untuk dibeli di Toko Starlink setelah Starlink disiapkan untuk dikirim. 

Kit perutean kabel, panjang kabel yang diperpanjang, simpul bertautan, dan adaptor ethernet juga tersedia.

Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur internet tradisional. 

Internet Starlink dapat mengatasi hambatan geografis ini dengan menyediakan akses internet broadband ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. 

Hal ini berpotensi mengubah kehidupan penduduk di daerah-daerah terpencil, memberikan akses ke pendidikan, informasi, dan peluang ekonomi hingga layanan kesehatan yang lebih baik.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks