JISTE 2023, produk perikanan Indonesia jadi primadona

Ardi Nugraha

Januari-Juni 2023, ekspor perikanan Indonesia tercatat sebesar USD 227 juta. Nilai ini naik satu persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Stan produk perikanan Indonesia di Pameran The 25th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2023 di Tokyo Big Sight Odaiba, Tokyo | foto: kemendag.go.id
Produk perikanan Indonesia menjadi primadona di Pameran The 25th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2023 di Tokyo Big Sight Odaiba, Tokyo, Jepang pada tanggal 23—25 Agustus 2023. 

Pada pameran produk perikanan terbesar di Jepang tersebut, produk ekspor andalan Indonesia ini berhasil meraup potensi transaksi sebesar USD 8,8 juta atau senilai Rp 133 miliar. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi, mengungkapkan bahwa Kementerian Perdagangan tengah membidik pasar Jepang sebagai salah satu tujuan promosi dan nation branding. 

Partisipasi pada pameran ini akan meningkatkan ekspor produk hasil laut Indonesia yang aman untuk dikonsumsi dan berkelanjutan, sehingga akan meneruskan kinerja ekspor produk perikanan Indonesia ke dunia 2022 yang tumbuh positif.
"Kontribusi ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang tercatat sekitar 12 persen dari total seluruh ekspor produk perikanan Indonesia ke dunia dan permintaan Jepang atas produk perikanan diproyeksikan terus meningkat. Melalui pameran ini, Kemendag ingin menjaga dan meningkatkan ekspor produk perikanan ke pasar Jepang serta menyasar peningkatan ekspor ke negara-negara di sekitarnya," jelas Didi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (30/8/2023).
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Merry Maryati, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Garuda Indonesia, dan ASEAN Japan Center. 

"Paviliun Indonesia menampilkan produk unggulan yang digemari dan diminati pasar Jepang, antara lain udang, kepiting, tuna (big eye dan yellow fin), makarel, gurita, teri, ebi, ikan kaleng, serta berbagai ragam produk makanan olahan ikan dan hasil laut," tambahnya.

Pada pameran, Paviliun Indonesia menghadirkan 11 pelaku usaha yang telah dikurasi berdasarkan kriteria kapasitas produksi, sertifikasi, dan pengalaman ekspor. Produk perikanan yang ditampilkan berasal dari berbagai daerah, seperti Sumatra Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan Papua.

Selama pameran, peserta melakukan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) antara 3—6 kali per hari di Paviliun Indonesia. Selain dari Jepang, pengunjung paviliun berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, India, Spanyol, Kanada, Aljazair, dan negara lainnya. 

Salah satu buyer potensial asal Jepang menyampaikan ketertarikannya atas produk perikanan dari Indonesia karena kualitas dan dukungan kebijakan Pemerintah Indonesia atas penangkapan ikan yang terukur sehingga dapat menjaga keberlangsungan.

Selain itu, buyer juga tertarik karena lokasi Paviliun Indonesia yang strategis dan desain yang atraktif, serta penanganan produk yang menekankan kesegaran dan kualitas produk oleh tim Indonesian Trade Promotion Center Osaka, Bea Cukai Jepang, dan Garuda Indonesia.

Sementara Duta Besar Republik Indonesia di Tokyo, Heri Akhmadi, menyampaikan bahwa potensi pertumbuhan ekspor produk perikanan di pasar Jepang sangat menjanjikan, terutama setelah pandemi Covid-19. Salah satunya disebabkan beberapa hotel, restoran, dan tempat makan di Jepang membutuhkan produk ikan dalam jumlah besar untuk melayani kedatangan wisatawan maupun kebutuhan rumah tangga.

"Selain pasokan domestik, Jepang juga membutuhkan pasokan produk perikanan dari luar negeri, terutama mengantisipasi kebijakan Pemerintah Jepang di dalam negeri yang turut mengatrol permintaan produk perikanan dan hasil laut tersebut," ungkap Dubes Heri.

Indonesia merupakan salah satu negara pemasok utama produk perikanan untuk Jepang. Pada 2022, ekspor produk perikanan Indonesia ke pasar Jepang mencapai USD 519,1 juta. Nilai ini naik 18,39 persen dibandingkan 2021 yang tercatat sebesar USD 438,5 juta. Produk perikanan Indonesia yang diekspor ke Jepang antara lain udang, ikan beku, tuna filet, kepiting, gurita, dan cumi-cumi.

Selain Indonesia, pemasok produk perikanan Jepang yaitu Chile, Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia, Norwegia, Vietnam, Republik Korea, Taipei, India, Kanada, Thailand, dan Argentina. Produk perikanan utama yang diimpor Jepang antara lain udang, tuna, cakalang, hati ikan beku, salmon, cumi, kepiting, dan gurita.

Sementara pada periode Januari—Juni 2023, ekspor produk perikanan Indonesia tercatat sebesar USD 227 juta. Nilai ini naik satu persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 225,5 juta.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks