Sejak 2005, produk ban dan velg asal Indonesia paling diminati di Mesir

Ardi Nugraha

Total perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari—Juni 2023 tercatat sebesar USD 793,7 juta.

cover: topik.id
Produk ban dan velg atau pelek asal Indonesia semakin diminati pasar otomotif di Mesir. Kedua produk tersebut telah puluhan tahun dipasarkan di Mesir dan memiliki pangsa pasar yang tidak sedikit. 

Hal ini diungkapkan Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Raufsaat, yang melakukan kunjungan bisnis ke Ashrafco, salah satu pelaku usaha otomotif di Kairo, Mesir, pada Minggu (27/8/2023) kemarin. Dalam kunjungannya, Dubes Lutfi didampingi Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti.
"Produk pelek dan ban asal Indonesia telah puluhan tahun dipasarkan dan diterima oleh pasar Mesir. Ashrafco telah mengimpor produk pelek Indonesia sejak 1995 dari Bangun Sarana Alloy (BSA) dan Prima Alloy Steel Universal (PASU) dengan pangsa pasar sebesar 38 persen. Sedangkan, produk ban Indonesia telah diimpor sejak 2005. Di antaranya, merek Accelera dari Elang Perdana Tyre mendominasi pasar ban Mesir sekitar 15-20 persen," jelas Dubes Lutfi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/8/2023).
Dubes Lutfi juga menyampaikan bahwa untuk memudahkan proses pembayaran kegiatan ekspor impor tersebut, Western Union Egypt siap memfasilitasi. 

Nantinya, transfer dapat dilakukan dengan mata uang pound Mesir dan diterima di Indonesia dengan mata uang rupiah. "Kami akan mengatur pertemuan lebih lanjut antara pelaku usaha Mesir dengan pihak Western Union Egypt untuk membahas hal ini," terangnya.

CEO Ashrafco Tire & Auto Service, Khaled Hammad, menambahkan bahwa meski terdapat permasalahan kelangkaan dolar di pasar Mesir, hingga saat ini pihaknya tetap dapat lancar melakukan repeat order produk ban dan pelek dari Indonesia melalui dukungan perusahaan mitranya di Dubai sebagai sistem pendukung dalam pembayaran barang impor.

"Pelek dan suku cadang kendaraan Indonesia termasuk produk yang diminati dan terus merambah pasar Mesir. Pada bulan September nanti, akan dibuka showroom ke-10 di New Cairo dengan layanan penjualan secara daring dan layanan istimewa dari pintu ke pintu," ungkap Khaled.

Dalam kunjungan bisnis ini, turut dibahas pula tindak lanjut Komite Perdagangan Bersama (Joint Trade Committee/JTC) Indonesia-Mesir yang diharapkan segera melakukan sidang putaran pertama dan akan membahas penjajakan kerjasama perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) Indonesia-Mesir, skema transaksi dagang imbal dagang, dan upaya bersama untuk saling melengkapi.

Menurut Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran, kerangka kerjasama dagang Indonesia-Mesir tersebut diharapkan mencapai kesepakatan pada Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) atau FTA antara Indonesia-Mesir. 

"Sehingga, kendala tarif seperti tarif ban kendaraan yang mencapai 20 persen ditambah 14 persen PPN/VAT dapat ditiadakan dan menjadikan Mesir sebagai hub logistik produk Indonesia di Mesir dan negara sekitar," pungkas Syahran.

Total perdagangan Indonesia-Mesir pada periode Januari—Juni 2023 tercatat sebesar USD 793,7 juta. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Mesir sebesar USD 682,4 juta, sedangkan impor Indonesia dari Mesir sebesar USD 111,3 juta.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks