Buat superkomputer AI, Google Cloud dan NVIDIA kerja sama

Tamara

Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak baru ini memanfaatkan teknologi NVIDIA.

CEO Google Cloud Thomas Kurian dan pendiri serta CEO NVIDIA | foto: @nvidia
Google Cloud dan NVIDIA mengumumkan kerja sama perkuat infrastruktur dan perangkat lunak Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan baru bagi pelanggan untuk membangun dan menerapkan model besar-besaran untuk AI generatif dan mempercepat beban kerja ilmu data.

Google Cloud Next, CEO Google Cloud Thomas Kurian dan pendiri serta CEO NVIDIA Jensen Huang membahas bagaimana kemitraan ini menghadirkan layanan pembelajaran mesin menyeluruh ke beberapa pelanggan AI terbesar di dunia, termasuk dengan menjadikannya superkomputer AI yang mudah dijalankan dengan penawaran Google Cloud yang dibangun berdasarkan teknologi NVIDIA. 

Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak baru ini memanfaatkan teknologi NVIDIA yang sama yang digunakan selama dua tahun terakhir oleh Google DeepMind dan tim riset Google.
"Kita berada pada titik perubahan di mana akselerasi komputasi dan AI generatif bersatu untuk mempercepat inovasi pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Huang dalam keterangan tertulisnya di laman resmi NVIDIA
"Kolaborasi kami yang diperluas dengan Google Cloud akan membantu pengembang mempercepat pekerjaan mereka dengan infrastruktur, perangkat lunak, dan layanan yang meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi biaya," terangnya kembali.

Sementara itu, CEO Google Cloud Thomas Kurian mengungkapkan banyak produk Google dibuat dan disajikan pada GPU NVIDIA.

"Google Cloud memiliki sejarah panjang dalam berinovasi di bidang AI untuk mendorong dan mempercepat inovasi bagi pelanggan kami. Banyak produk Google dibuat dan disajikan pada GPU NVIDIA, dan banyak pelanggan kami mencari akselerasi komputasi NVIDIA untuk mendukung pengembangan LLM yang efisien guna memajukan AI generatif," ungkapnya.

Selain itu, integrasi NVIDIA untuk Mempercepat AI dan Pengembangan Ilmu Data, Kerangka kerja Google untuk membangun model bahasa besar (LLM), PaxML, kini dioptimalkan untuk akselerasi komputasi NVIDIA.

Awalnya dibuat untuk menjangkau beberapa bagian akselerator Google TPU, PaxML kini memungkinkan pengembang menggunakan GPU Tensor Core NVIDIA® H100 dan A100 untuk eksperimen dan penskalaan yang canggih dan dapat dikonfigurasi sepenuhnya. 

Wadah PaxML yang dioptimalkan GPU segera tersedia di katalog perangkat lunak NVIDIA NGC ™. Selain itu, PaxML berjalan di JAX, yang telah dioptimalkan untuk GPU yang memanfaatkan kompiler OpenXLA.

Dalam keterangan pers itu, Google DeepMind dan peneliti Google lainnya termasuk yang pertama menggunakan PaxML dengan GPU NVIDIA untuk penelitian eksplorasi.

Kontainer yang dioptimalkan NVIDIA untuk PaxML akan segera tersedia di registri kontainer NVIDIA NGC bagi para peneliti, startup, dan perusahaan di seluruh dunia yang sedang membangun aplikasi bertenaga AI generasi berikutnya.

Selain itu, perusahaan tersebut mengumumkan integrasi Spark tanpa server dari Google dengan GPU NVIDIA melalui layanan Dataproc Google . Hal ini akan membantu data scientist mempercepat beban kerja Apache Spark guna mempersiapkan data untuk pengembangan AI.

Integrasi baru ini merupakan yang terbaru dalam sejarah panjang kolaborasi NVIDIA dan Google. Mereka melintasi pengumuman perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk:
  • Google Cloud pada mesin virtual A3 yang didukung oleh NVIDIA H100 — Google Cloud hari ini mengumumkan bahwa VM Google Cloud A3 yang dibuat khusus dan didukung oleh GPU NVIDIA H100 akan tersedia secara umum bulan depan, menjadikan platform AI NVIDIA lebih mudah diakses untuk serangkaian beban kerja yang luas. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, VM A3 menawarkan pelatihan 3x lebih cepat dan bandwidth jaringan yang ditingkatkan secara signifikan.
  • GPU NVIDIA H100 untuk mendukung platform Vertex AI Google Cloud — GPU H100 diharapkan akan tersedia secara umum di VertexAI dalam beberapa minggu mendatang, memungkinkan pelanggan mengembangkan AI LLM generatif dengan cepat.
  • Google Cloud akan mendapatkan akses ke NVIDIA DGX™ GH200 — Google Cloud akan menjadi salah satu perusahaan pertama di dunia yang memiliki akses ke superkomputer AI NVIDIA DGX GH200 — yang didukung oleh NVIDIA Grace Hopper™ Superchip — untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam AI generatif beban kerja.
  • NVIDIA DGX Cloud Hadir di Google Cloud — Superkomputer dan perangkat lunak AI NVIDIA DGX Cloud akan tersedia bagi pelanggan langsung dari browser web mereka guna memberikan kecepatan dan skala untuk beban kerja pelatihan tingkat lanjut.
  • NVIDIA AI Enterprise di Google Cloud Marketplace — Pengguna dapat mengakses NVIDIA AI Enterprise , platform perangkat lunak asli cloud yang aman yang menyederhanakan pengembangan dan penerapan aplikasi siap pakai perusahaan termasuk AI generatif, AI ucapan, visi komputer, dan banyak lagi.
  • Google Cloud pertama yang menawarkan GPU NVIDIA L4 — Awal tahun ini, Google Cloud menjadi penyedia cloud pertama yang menawarkan GPU NVIDIA L4 Tensor Core dengan peluncuran VM G2. Pelanggan NVIDIA yang beralih ke GPU L4 dari CPU untuk beban kerja video AI dapat mewujudkan performa hingga 120x lebih tinggi dengan efisiensi 99% lebih baik. GPU L4 digunakan secara luas untuk pembuatan gambar dan teks, serta transcoding audio/video yang dipercepat VDI dan AI.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks