Juragan AI, Jensen Huang CEO NVIDIA kantongi Rp 1.467 triliun

Dharma Putra

Jensen Huang mendirikan NVIDIA pada tahun 1993 dan sejak didirikan menjabat sebagai presiden, CEO, dan anggota dewan direksi.

Jensen Huang, Founder/CEO NVIDIA | foto: @nvidia
Jensen Huang, founder sekaligus CEO NVIDIA Corp, kini kekayaannya meroket menjadi US$91,3 miliar atau setara dengan Rp1.467 triliun menjadikannya masuk dalam tiga peringkat di Bloomberg Billionaires Index dan menjadikannya orang terkaya ke-17 di dunia.  

Dari mana kekayaan pria yang mendapatkan penghargaan tertinggi Asosiasi Industri Semikonduktor itu? Seluruh kekayaan Huang berasal dari saham NVIDIA, yang naik 9,3 persen setelah perkiraan penjualan bullish yang memperkuat status perusahaan tersebut sebagai penerima manfaat terbesar dari belanja terkait artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Sebelumnya, perusahaan semikonduktor skala global, NVIDIA melaporkan pendapatan untuk kuartal pertama yang berakhir pada 28 April 2024 sebesar $26,0 miliar, naik 18% dari kuartal sebelumnya dan naik 262% dari tahun lalu.

Perusahaan yang dinahkodai Jensen Huang itu fokus dengan perangkat yang mendukung alur kerja artificial intelligence (AI) atau kecerdasaan buatan hampir disemua lini.

Untuk kuartal ini saja, laba GAAP per saham terdilusi adalah $5,98, naik 21% dari kuartal sebelumnya dan naik 629% dari tahun lalu. Laba non-GAAP per saham terdilusi adalah $6,12, naik 19% dari kuartal sebelumnya dan naik 461% dari tahun lalu.
"Revolusi industri berikutnya telah dimulai, perusahaan dan negara bermitra dengan NVIDIA untuk mengalihkan pusat data tradisional bernilai triliunan dolar ke komputasi yang dipercepat dan membangun pusat data jenis baru, pabrik AI, untuk menghasilkan komoditas baru kecerdasan buatan," kata Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA dalam keterangan persnya di laman resmi NVIDIA seperti dikutip topik.id, Jumat (24/5/2024). 
Lanjut Huang dalam keterangan persnya, AI akan memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan bagi hampir semua industri dan membantu perusahaan menjadi lebih hemat biaya dan energi, sekaligus memperluas peluang pendapatan.

"Pertumbuhan pusat data kami didorong oleh permintaan yang kuat dan semakin cepat akan pelatihan dan inferensi AI generatif pada platform Hopper," tambahnya.

Jalan panjang Jansen Huang.

Jensen Huang mendirikan NVIDIA pada tahun 1993 dan sejak didirikan menjabat sebagai presiden, CEO, dan anggota dewan direksi.

Sejak didirikan, NVIDIA telah memelopori komputasi yang dipercepat. Penemuan GPU oleh perusahaan pada tahun 1999 memicu pertumbuhan pasar game PC, mendefinisikan ulang grafik komputer, dan memicu era AI modern. 

NVIDIA kini mendorong peralihan platform komputasi yang dipercepat dan AI generatif, mentransformasi industri terbesar di dunia dan memberikan dampak besar pada masyarakat.

Huang telah terpilih menjadi anggota Akademi Teknik Nasional dan merupakan penerima penghargaan tertinggi Asosiasi Industri Semikonduktor, Penghargaan Robert N. Noyce, Medali Pendiri IEEE.

Selain itu, dia juga mendapatkan penghargaan Kepemimpinan Teladan Dr. Morris Chang; dan gelar doktor kehormatan dari Universitas Nasional Chiao Tung Taiwan, Universitas Nasional Taiwan, dan Universitas Negeri Oregon.  

Ia djuga inobatkan sebagai  CEO terbaik dunia versi Fortune, Economist , dan  Brand Finance , serta salah satu dari 100 orang paling berpengaruh versi majalah TIME.

Sebelum mendirikan NVIDIA, Huang bekerja di LSI Logic dan Advanced Micro Devices. Beliau meraih gelar BSEE dari Oregon State University dan gelar MSEE dari Stanford University.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.


Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks