Lawrence Wong, ekonom yang menjadi Perdana Menteri Singapura ke-4

Ardi Nugraha

Lawrence Wong menggantikan Lee Hsien Loong, putra pendiri Singapura modern Lee Kuan Yew.

Lawrence Wong | foto: x.com/@lawrencewongST
Lawrence Wong Shyun Tsai (Lawrence Wong) pria berumur 51 tahun resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Singapura ke-4 mengambil alih jabatan Perdana Menteri Singapura sebelumnya, Rabu (15/5/2024) malam.

Lawrence Wong menggantikan Lee Hsien Loong, putra pendiri Singapura modern Lee Kuan Yew, setelah dua dekade memimpin negara dengan kekuatan ekonomi di kawasan Asia.

Beberapa pemimpin dunia ikut memberikan selamat kepada Wong atas pelantikannya sebagai perdana menteri, seperti Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, hingga presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto.

"Melalui telepon hari ini. Mereka menelepon untuk mengucapkan selamat atas peran baru saya dan saya berterima kasih atas harapan baik mereka. Saya berharap dapat bekerja sama dengan mereka untuk meningkatkan kerja sama bilateral dan regional," tulisnya di laman media sosial pribadanya, Kamis (16/5/2024). 

Latar Belakang.

Melansir dari laman linkedin-nya, Kamis (16/5/2024), Wong lahir pada 18 Desember 1972 dari sebuah keluarga yang ia gambarkan sebagai keluarga biasa dan sederhana. 

Sang Ayah bekerja di bidang penjualan dan ibunya mengajar di sebuah sekolah dasar yang dihadiri oleh Wong dan kakak laki-lakinya. Wong dan keluarganya tinggal di sebuah perumahan umum di Singapura Timur yang disebut Marine Parade.

Ia bersekolah lokal di Singapura yang dianggap biasa dan dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa sangat wajar baginya untuk belajar di dekat rumah tempat teman-temannya berada.

Sebagai ekonom, ia lulusan dari University of Wisconsin-Madison dan mengatakan bahwa dia memilih Amerika Serikat karena negara ini merupakan rumah bagi musisi favoritnya. Wong memiliki gelar Master di bidang Administrasi Publik dari Harvard Kennedy School.

Karir.

Sebelum terjun ke dunia politik, Wong bekerja di Kementerian Perdagangan dan Perindustrian (MTI), Kementerian Keuangan (MOF), dan Kementerian Kesehatan (MOH). 

Ia adalah Sekretaris Utama Khusus Perdana Menteri Lee Hsien Loong antara tahun 2005 dan 2008. Ia juga menjabat sebagai direktur utama (CEO) Otoritas Pasar Energi (EMA) antara tahun 2009 dan 2011.

Wong melakukan debut politiknya pada pemilihan umum 2011 di mana ia berkompetisi di GRC Pantai Barat sebagai bagian dari tim PAP yang beranggotakan lima orang dan menang. 

Wong kemudian berkompetisi di GRC Marsiling – Yew Tee pada pemilihan umum 2015, dan mempertahankan kursi parlemennya pada pemilihan umum 2020. 

Sebelum diangkat sebagai Menteri Keuangan, Wong menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda antara tahun 2012 dan 2015, Menteri Kedua Komunikasi dan Informasi antara tahun 2014 dan 2015.

Kemudian Menjabat Menteri Pembangunan Nasional antara tahun 2015 dan 2020, Menteri Kedua Keuangan antara tahun 2016 dan 2021, dan Menteri Pendidikan antara tahun 2020 dan 2021.

Pada tanggal 3 Juli 2023, diumumkan bahwa Wong akan ditunjuk sebagai Ketua Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada tanggal 8 Juli 2023. Wong pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Otoritas Moneter Singapura antara tahun 2021 dan 2023. 

Ia juga ditunjuk sebagai Ketua Komite Strategi Investasi GIC, dan Ketua Dewan Penasihat Internasional (IAC) Dewan Pembangunan Ekonomi (EDB) masing-masing pada tanggal 7 Juli 2023 dan 8 Juli 2023.

Wong kemudian diangkat sebagai Wakil Ketua Dewan Direksi GIC pada 1 Oktober 2023. Pada 15 Mei 2024, Wong dilantik sebagai perdana menteri keempat Singapura.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks