Mira Murati, wanita tangguh di balik kecanggihan ChatGPT

Hardi Muttaqin

Siapa sangka dia adalah seorang wanita berdarah Albania bernama Mira Maruti.

CTO OpenAI, Mira Murati
Perusahaan OpenAI menjadi perbincangan di seluruh media teknologi atas bom bastis penggunaan dan pembaruan ChatGPT. Namun siapa di balik kecanggihan ChatGPT? Siapa sangka dia adalah seorang wanita berdarah Albania bernama Mira Murati yang memegang tanggung jawab sebagai Chief Technology Officer (CTO) di OpenAI.

Melanisir dari berbagai sumber dan media sosial LinkedIn-nya, Mira Murati pada masa remaja melanjutkan pendidikan tinggi di Thayer School of Engineering di Dartmouth College di Hanover, New Hampshire, dan lulus pada tahun 2012. 

Dia lulus dengan gelar di bidang teknik mesin, dan salah satu hal menariknya adalah membuat mobil balap hybrid!

Mengutip profil LinkedIn-nya, Murati pernah bekerja sebagai Summer Analyst di Goldman Sachs sebelum mendapatkan peran di bidang teknik dan manajemen di Zodiac Aerospace dan Tesla.

Murati memulai karirnya sebagai pekerja magang di Goldman Sachs diikuti dengan tugas singkat lainnya di Zodiac Aerospace. Terobosan besar Mira terjadi pada tahun 2013 ketika ia bergabung dengan Tesla sebagai Manajer Produk Senior dan memainkan peran penting dalam pengembangan SUV listrik Tesla X. 

Tugasnya di Tesla berakhir pada tahun 2016 ketika ia mengambil peran kepemimpinan di Leap Motion, sebuah startup yang berfokus pada pengembangan gerakan pelacakan tangan dan jari untuk komputer.

Pada tahun 2016, dia diangkat sebagai Vice President of Product and Engineering di Ultraleap (sebelumnya bernama Leap Motion), sebuah perusahaan berbasis di California yang berspesialisasi dalam produksi alat pelacak tangan canggih.

Masa jabatannya di Leap Motion dipersingkat pada tahun 2018 ketika OpenAI mempekerjakannya sebagai VP AI Terapan dan Kemitraan, yang mengerjakan superkomputer. 

Bergabung dengan OpenAI.


Pada tahun 2018, Murati bekerja untuk OpenAI sebagai Vice President of Applied AI and Partnerships. Pada akhir tahun 2020, dia menjadi Senior Vice President of Research, Products and Partnerships, sebelum menduduki jabatannya saat ini, pada pertengahan tahun 2022. Saat ini, perempuan berusia 35 tahun tersebut menjabat sebagai Chief Technology Officer di OpenAI.

Selama masa jabatannya selama lima tahun di OpenAI, Dia mendapatkan reputasi sebagai pemimpin penelitian perusahaan sekaligus mengawasi fungsi keselamatan. Peran Mira Murati di OpenAI tidak hanya bersifat teknis
"Mira telah memainkan peran penting dalam evolusi OpenAI menjadi pemimpin AI global. Dia memiliki keahlian yang unik, pemahaman tentang nilai-nilai, operasi, dan bisnis perusahaan, dan telah memimpin fungsi penelitian, produk, dan keselamatan perusahaan,"  tulis OpenAI dalam suratnya kepada media.
Mira Murati sendiri mengungkapkan bahwa ChatGPT memiliki potensi untuk benar-benar merevolusi cara kita belajar dan membantu kita dengan pendidikan yang dipersonalisasi. Ketika ditanya tentang potensi bahaya AI, Murati mengakui ada pertanyaan etis dan filosofis yang perlu dipertimbangkan perusahaan, seperti, 

Seperti diketahui OpenAI didirikan sebagai organisasi nirlaba pada tahun 2015 dengan misi inti untuk memastikan bahwa kecerdasan umum buatan bermanfaat bagi seluruh umat manusia. 

Pada tahun 2019, OpenAI melakukan restrukturisasi untuk memastikan bahwa perusahaan dapat meningkatkan modal untuk mencapai misi, sekaligus mempertahankan misi, tata kelola, dan pengawasan lembaga nonprofit. 

Mayoritas dewan direksi merupakan independen, dan direktur independen tidak memiliki saham di OpenAI. Meskipun perusahaan ini telah mengalami pertumbuhan yang dramatis, dewan ini tetap mempunyai tanggung jawab tata kelola yang mendasar untuk memajukan misi OpenAI dan mempertahankan prinsip-prinsip Piagamnya.
Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.
Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks