Angka kelahiran sedikit, Tokyo luncurkan aplikasi kencan

Dharma Putra

Pemerintah Kota Tokyo mengambil inisiatif meluncurkan aplikasi kencan bernama "Tokyo Futari Story".

cover: topik.id
Pemerintah Kota Tokyo, melaporkan pernikahan sedang mengalami penurunan di Jepang karena angka kelahiran turun ke titik terendah sepanjang masa, menurut data Kementerian Kesehatan Jepang. 
"Tahun lalu terdapat 474.717 pernikahan, turun dari 504.930 pada tahun 2022, sementara jumlah kelahiran berjumlah 727.277, turun dari 770.759," keterangan resmi Balai Kota Tokyo, dikutip (9/6/2024).
Hal itu membuat Pemerintah Kota Tokyo mengambil inisiatif meluncurkan aplikasi kencan bernama "Tokyo Futari Story”. Futari dalam bahasa Jepang artinya pasangan.

Balai Kota Tokyo juga mensponsori acara di mana para lajang bisa bertemu, pasangan bisa mendapatkan konseling tentang pernikahan.

Serta fitur aplikasi tersbut juga memungkinkan sepasang kekasih bisa mengubah kisah mereka tentang bagaimana mereka pertama kali bertemu dalam komik manga atau lagu dalam aplikasi tersebut.

Selain itu, di tingkat nasional, Pemerintah Jepang telah berupaya mengatasi kekurangan tenaga kerja yang serius dengan menjanjikan pembayaran tunai bagi keluarga yang memiliki anak dan mendukung fasilitas penitipan anak. 

Pemerintah juga telah melonggarkan kebijakan imigrasi selama bertahun-tahun untuk mendorong masuknya pekerja asing.

Selama era "baby boom" pada tahun 1970an, Jepang mencatat lebih dari 2 juta kelahiran setiap tahunnya. Seperti banyak orang dewasa muda di seluruh dunia saat ini, hanya sedikit orang Jepang yang tertarik pada pernikahan gaya lama atau memiliki anak.

Ada kekhawatiran bahwa norma tempat kerja di Jepang cenderung menyebabkan jam kerja yang sangat panjang dan jarang bertemu orang di luar jam kerja. 

Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.


Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks