Bank Raya dorong adopsi QRIS bisnis, pelaku UMKM naik kelas

Hendrik Syahputra

Semakin tingginya kepercayaan konsumen bertransaksi non-tunai juga optimisme pelaku usaha terhadap fitur pembayaran digital seperti QRIS.

Fitur QRIS Bank Raya | foto: @bankraya
Dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Bank Raya mengambil langkah strategis dengan mendorong adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). 

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memudahkan transaksi keuangan digital, tetapi juga membantu pelaku UMKM untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Sebagai bank digital, Bank Raya terus berkomitmen mendorong adopsi transaksi digital di masyarakat. Selaras dengan visi Bank Raya untuk menjadi bank digital utama yang memberikan akses terluas bagi segmen mikro dan kecil di Indonesia.

Bank Raya terus mendorong inovasi-inovasi untuk memudahkan pelaku usaha dan komunitas untuk dapat terus mengoptimalkan produk dan layanan bank digital agar  tumbuh berkelanjutan. Salah satunya dengan optimalisasi adopsi QRIS Bisnis (QRIS merchant) di 23 kota di Indonesia.

QRIS merupakan metode pembayaran yang saat ini banyak diminati di masyarakat, karena memiliki berbagai kemudahan seperti meningkatkan aksesibilitas, keamanan, dan efisiensi. QRIS menawarkan aksesibilitas universal dan mudah bagi UMKM/pelaku usaha. UMKM dapat menerima pembayaran dari berbagai jenis e-wallet dan layanan perbankan mobile serta memudahkan proses pembayaran bagi pelanggan. 

Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia, merincikan peran produk dan fitur Bank Raya dapat mendukung pertumbuhan para pelaku usaha. Sejak awal diperkenalkan pada Februari 2024, peningkatan jumlah pelaku usaha yang menggunakan QRIS merchant untuk menerima pembayaran bertumbuh sebanyak lebih dari 2.500 merchant.
"Sejak hadir sebagai bank digital, kami terus mengamati perubahan perilaku para nasabah. Kami melihat bagaimana peran produk dan fitur Bank Raya dapat mendukung pertumbuhan para pelaku usaha. Sejak awal diperkenalkan pada Februari 2024, peningkatan jumlah pelaku usaha yang menggunakan QRIS merchant untuk menerima pembayaran bertumbuh sebanyak lebih dari 2.500 merchant," ungkap Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia dalam keterangan persnya, diterima Senin (10/6/2024).
Bagus juga merincikan frekuensi transaksi QRIS Bisnis Bank Raya di bulan Mei 2024 mencapai 98 ribu transaksi sejak diluncurkan pada bulan Februari 2024, dengan volume transaksi QRIS Bisnis sebesar Rp3,5 miliar.

Lanjutnya, selain itu semakin tingginya kepercayaan konsumen bertransaksi non-tunai juga optimisme pelaku usaha terhadap fitur pembayaran digital seperti QRIS yang mampu menghadirkan pengalaman bertransaksi yang praktis.

"Ini menandakan semakin tingginya kepercayaan konsumen bertransaksi non-tunai juga optimisme pelaku usaha terhadap fitur pembayaran digital seperti QRIS yang mampu menghadirkan pengalaman bertransaksi yang praktis untuk pelanggan," jelasnya kembali.

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kecenderungan konsumen bertransaksi non-tunai, semakin besar pula peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan loyalitas konsumen dengan memfasilitasi pengalaman bertransaksi yang optimal. Sehingga, QRIS Bisnis menjadi opsi fitur pembayaran yang dapat diandalkan oleh pelaku usaha.

QRIS Bisnis Bank Raya juga telah terintegrasi dengan Saku Bisnis, yaitu fitur digital saving Bank Raya yang diperuntukkan bagi para pelaku usaha untuk mengatur keuangan dan transaksi harian mereka. Sehingga para pelaku usaha dapat memisahkan antara tabungan personal dan tabungan bisnis mereka. 

QRIS Bisnis saat ini sudah dapat melakukan pengembalian dana secara real time di hari yang sama dan terbagi menjadi 3 (tiga) batch sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menerima dana dalam menjalankan operasional usaha.

Berbagai keunggulan Saku Bisnis yang turut melengkapi fitur QRIS Bisnis yaitu, menu mass transfer yang  memungkinkan nasabah untuk melakukan transfer sekaligus ke sepuluh rekening tujuan secara real-time, sehingga mempermudah pelaku usaha untuk melakukan transaksi payroll atau pembayaran kepada supplier.

Selain itu, fitur Bank Raya dapat juga melakukan  perencanaan keuangan untuk usaha dengan membuat hingga lima saku bisnis berbeda serta melakukan pengecekan mutasi rekening, agar dapat memantau operasional keuangan bisnis mereka dengan baik.

"Sebagai bagian dari BRI Group, kami berkomitmen untuk mendorong akselerasi pelaku usaha di Indonesia, membantu mereka lebih cakap digital agar bisnis mereka dapat tumbuh berkelanjutan, dan menjadikan Bank Raya sebagai pilihan utama bagi para pelaku usaha," tutup Bagus.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.


Bisnis Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks