Google selidiki 37 blog di Indonesia terkait partai berkuasa

M. Ihsan

Penyelidikan ini dipimpin oleh Threat Analysis Group (TAG), tim keamanan internal Google.

Cover Indonesia | foto: topik.id
Google mengumumkan telah mengambil tindakan terhadap sejumlah akun dan blog di Indonesia yang terlibat dalam operasi pengaruh terkoordinasi. Dalam penyelidikan ini, Google menemukan adanya kampanye yang bertujuan untuk mendukung partai berkuasa di Indonesia.

Penyelidikan ini dipimpin oleh Threat Analysis Group (TAG), tim keamanan internal Google yang bertugas untuk melindungi pengguna dan platform dari ancaman keamanan, termasuk operasi pengaruh terkoordinasi yang ditemukan pada bulan April.

Grup Analisis Ancaman Google, Billy Leonard mengungkapkan di laman resmi blog.google, buletin ini mencakup kampanye operasi pengaruh terkoordinasi yang dihentikan di platform Google pada Q2 tahun 2024. Buletin ini terakhir diperbarui pada tanggal 4 Juni 2024, waktu setempat.

"Buletin ini mencakup kampanye operasi pengaruh terkoordinasi yang dihentikan di platform kami pada Q2 tahun 2024. Buletin ini terakhir diperbarui pada tanggal 4 Juni 2024," keterangan Billy di laman blog.google, dikutip, Rabu (5/6/2024).

Dalam upayanya untuk menjaga integritas platform, Google menghentikan satu akun Iklan dan satu akun AdSense yang terlibat dalam kampanye ini. Akun-akun tersebut diduga menyebarkan konten dalam Bahasa Indonesia yang secara khusus mendukung partai berkuasa. 

"Kami menghentikan 1 akun Iklan dan 1 akun AdSense sebagai bagian dari penyelidikan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan Indonesia. Kampanye ini membagikan konten dalam Bahasa Indonesia yang mendukung partai berkuasa," jelasnya.

Tindakan ini merupakan bagian dari upaya Google untuk mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan dan memastikan bahwa platformnya tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik tertentu.

TAG | foto: @blog.google
Selain menghentikan akun Iklan dan AdSense, Google juga menutup 37 blog di platform Blogger yang terlibat dalam operasi pengaruh ini. Blog-blog tersebut ditemukan membagikan konten yang mendukung partai berkuasa dengan cara yang terkoordinasi. 

Penutupan ini merupakan langkah tegas dari Google untuk mencegah penyalahgunaan platformnya. Namun Google tidak merilis daftar domain blognya kepada publik.
"Kami menghentikan 37 blog Blogger sebagai bagian dari penyelidikan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan Indonesia. Kampanye ini membagikan konten dalam Bahasa Indonesia yang mendukung partai berkuasa," ungkapnya.
Google menegaskan kembali komitmennya terhadap transparansi dan keamanan platformnya. Tindakan tegas terhadap akun-akun dan blog yang terlibat dalam operasi pengaruh terkoordinasi menunjukkan bahwa Google tidak akan mentolerir penyalahgunaan platformnya untuk tujuan politik yang tidak etis. 

Google juga mengimbau pengguna untuk melaporkan konten atau aktivitas yang mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti. Selain Indonesia Google juga merilis TAG Bulletin: Q2 2024 di negara lain. Berikut rinciannya yang dilansir dari laman resmi Google: 
  • Kami menghentikan 2 saluran YouTube sebagai bagian dari penyelidikan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan Myanmar. Kampanye ini membagikan konten dalam bahasa Burma dan Inggris yang mendukung pemerintah militer Burma dan kritis terhadap kelompok pro-kemerdekaan.
  • Kami menghentikan 1 akun AdSense dan memblokir 10 domain agar tidak memenuhi syarat untuk muncul di platform Google Berita dan Discover sebagai bagian dari penyelidikan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan individu di Filipina dan India. Kampanye ini membagikan konten dalam bahasa Inggris dan Norwegia tentang topik makanan, olahraga, dan gaya hidup. Kami yakin operasi ini bermotif finansial.
  • Kami menghentikan 59 saluran YouTube sebagai bagian dari penyelidikan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan Pakistan. Kampanye tersebut adalah membagikan konten Shorts dalam bahasa Urdu yang mengkritik tokoh politik Pakistan.
  • Kami menghentikan 11 saluran YouTube sebagai bagian dari penyelidikan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan individu di Rusia. Kampanye tersebut membagikan konten yang mendukung Rusia dan kritis terhadap Ukraina.
  • Kami menghentikan 378 saluran YouTube sebagai bagian dari penyelidikan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan Rusia. Kampanye ini terkait dengan sebuah perusahaan konsultan Rusia dan berbagi konten dalam bahasa Rusia yang mendukung Rusia dan kritis terhadap Ukraina dan Barat.
  • Kami menghentikan 11 saluran YouTube sebagai bagian dari penyelidikan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan individu di Prancis. Kampanye tersebut membagikan konten dalam bahasa Prancis yang mengkritik tokoh politik Prancis.
  • Kami menghentikan 1.320 saluran YouTube dan 1.177 blog Blogger sebagai bagian dari penyelidikan berkelanjutan kami terhadap operasi pengaruh terkoordinasi yang terkait dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Jaringan tidak autentik terkoordinasi tersebut mengunggah konten dalam bahasa Mandarin dan Inggris tentang urusan luar negeri Tiongkok dan AS. Temuan ini konsisten dengan laporan kami sebelumnya.
Apakah konten ini bermanfaat?
Dukung dengan memberikan satu kali kontribusi.

Share:
Konten berbasis data.
Kategori konten paling banyak dibaca.


News Terkini
Lihat semua
Komentar
Login ke akun RO untuk melihat dan berkomentar.

Terkini

Indeks