Saham

BUMI Akuisisi 100% Saham Mount Margaret di Australia Senilai US$22,008 Juta, Perluas Bisnis Mineral

BUMI mengakuisisi seluruh saham Mount Margaret di Australia senilai US$22,008 juta untuk memperluas bisnis mineral dan mengurangi ketergantungan batu bara.

BUMI Akuisisi 100% Saham Mount Margaret di Australia Senilai US$22,008 Juta, Perluas Bisnis Mineral
Foto: Dok. BUMI

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperluas langkah diversifikasi bisnis melalui akuisisi seluruh saham Mount Margaret, perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Australia. Transaksi yang dilakukan lewat anak usahanya, Bumi Resources Pty Ltd (BRA), tersebut bernilai US$22,008 juta.

Dalam keterbukaan informasi pada Senin (26/10/2026), manajemen BUMI menjelaskan bahwa BRA kini memiliki 100% saham Mount Margaret secara tidak langsung melalui perseroan. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi BUMI untuk mengembangkan bisnis di luar sektor batu bara sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.

BUMI Perluas Diversifikasi ke Sektor Mineral

Manajemen BUMI menyebut akuisisi Mount Margaret sejalan dengan rencana perusahaan untuk memperluas portofolio usaha. Langkah tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional serta mendukung pengembangan sumber pendapatan baru di tengah dinamika industri batu bara.

Strategi diversifikasi itu sebelumnya juga terlihat melalui pengembangan aset mineral dan investasi BUMI di Australia. Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Minggu (25/10/2026) menyoroti upaya perusahaan memperbesar eksposur terhadap komoditas selain batu bara, termasuk tembaga, emas, dan litium.

BUMI sebelumnya mengakuisisi 100% saham Loyal Metals dengan nilai transaksi AUD79,07 juta. Menurut Phintraco, langkah tersebut memperluas peluang perusahaan di sektor mineral dan menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bisnis batu bara.

Pendapatan dan Laba BUMI Mengalami Pertumbuhan

Dari sisi kinerja keuangan, Phintraco Sekuritas mencatat pendapatan BUMI meningkat 27,2% secara tahunan menjadi US$858 juta. Angka tersebut setara dengan 51% dari estimasi pendapatan perusahaan untuk tahun fiskal 2026.

Laba bersih juga melonjak 188,4% secara tahunan menjadi US$59 juta. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan produksi dan penjualan batu bara, harga jual rata-rata yang lebih tinggi, serta kontribusi lebih besar dari usaha patungan.

Meski demikian, kenaikan biaya produksi dan penurunan pendapatan dari sektor emas menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai kinerja perusahaan.

Phintraco memproyeksikan pendapatan BUMI mencapai US$1,62 miliar pada 2026, meningkat 13,4% secara tahunan. Pendapatan diperkirakan terus bertumbuh hingga US$2,32 miliar pada 2028, didukung bisnis batu bara dan pengembangan sektor mineral.

Laba bersih diperkirakan naik dari US$113,4 juta pada 2026 menjadi US$187,7 juta pada 2028. Pada periode yang sama, margin laba bersih diproyeksikan meningkat dari 7% menjadi 8,1%.

Risiko Pasar Batu Bara Masih Membayangi

Phintraco menilai pengembangan aset mineral dan target penjualan batu bara sebanyak 82–84 juta ton pada 2026 berpotensi menopang pertumbuhan BUMI. Namun, prospek tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar dan pelaksanaan strategi perusahaan.

Risiko yang perlu dicermati meliputi pelemahan permintaan batu bara global, ketidakpastian geopolitik yang berpotensi menaikkan biaya bahan bakar dan operasional, serta perubahan regulasi pertambangan.

Kebijakan terkait kuota produksi melalui RKAB dan aturan ekspor juga dapat memengaruhi volume produksi, fleksibilitas penjualan, hingga realisasi pendapatan. Karena itu, keberhasilan diversifikasi menjadi salah satu faktor penting bagi ketahanan bisnis BUMI dalam jangka panjang.