TOPIK.ID — Bank sentral China, People’s Bank of China (PBOC), kembali memperbesar kepemilikan emas dalam cadangan aset negaranya. Langkah tersebut menunjukkan berlanjutnya akumulasi logam mulia oleh bank sentral China di tengah meningkatnya nilai valuasi cadangan emas.
Pada Agustus 2026, PBOC menambahkan 20,2 metrik ton emas ke dalam cadangannya. Berdasarkan laporan State Administration of Foreign Exchange (SAFE) pada Rabu (9/9/2026), penambahan tersebut menjadi pembelian emas bulanan terbesar PBOC sejak Oktober 2023.
Cadangan Emas China Capai 2.387 Ton
Pembelian pada Agustus membuat total cadangan resmi emas China mencapai sekitar 2.387 ton. Dengan tambahan tersebut, PBOC kini telah meningkatkan cadangan emas selama 22 bulan berturut-turut.
Sepanjang delapan bulan pertama 2026, China telah menambah sekitar 80 ton emas batangan ke dalam cadangan resminya. Konsistensi pembelian tersebut memperlihatkan bahwa akumulasi emas masih menjadi bagian dari strategi pengelolaan cadangan aset China.
Tidak hanya jumlah emas yang meningkat, nilai valuasinya juga mengalami lonjakan signifikan dalam satu bulan. Pada akhir Juli 2026, cadangan emas China memiliki nilai sekitar US$ 306,35 miliar.
Angka tersebut kemudian meningkat menjadi US$ 350,08 miliar pada akhir Agustus 2026. Artinya, nilai valuasi cadangan emas China bertambah sekitar US$ 43,7 miliar hanya dalam kurun waktu satu bulan.
PBOC Gencarkan Pembelian Emas
PBOC disebut telah meningkatkan aktivitas pembelian emas secara signifikan setelah harga logam mulia mengalami koreksi pada awal tahun.
Perkembangan tersebut turut tercermin dalam laporan terbaru World Gold Council (WGC) mengenai aktivitas pembelian emas oleh bank sentral dunia. Marissa Salim, Senior Research Lead untuk wilayah APAC di WGC, mencatat bahwa China dan Polandia masih menjadi negara yang berada di posisi teratas dalam pembelian emas sepanjang 2026.
Dalam laporan tersebut, Salim menyebut bank-bank sentral kembali melakukan akumulasi emas pada Juli dengan pembelian bersih mencapai 23 ton.
Pasar negara berkembang juga melanjutkan akumulasi logam mulia. China mencatat pembelian sekitar 20 ton, sedangkan Polandia menambah 8 ton emas pada periode tersebut.
Polandia Masih Jadi Pembeli Terbesar
Meskipun China terus meningkatkan kepemilikan emas, Polandia masih memimpin daftar pembelian emas secara year-to-date.
Sepanjang 2026, Polandia telah membeli sebanyak 90 ton emas. Setelah penambahan tersebut, total kepemilikan emas negara itu mencapai 640 ton.
Jumlah tersebut masih berada di bawah target Polandia untuk mengakumulasi 700 ton emas. Cadangan yang telah dikumpulkan tersebut setara dengan sekitar 28% dari total cadangan negara.
Posisi China sendiri semakin kuat setelah pembelian terbaru. Dengan total cadangan sekitar 2.387 ton, China kini menempati peringkat keenam sebagai negara dengan kepemilikan cadangan emas terbesar di dunia.
Akumulasi Berlanjut di Tengah Kenaikan Nilai
Kenaikan nilai cadangan emas China pada Agustus tidak hanya berasal dari tambahan volume emas yang dibeli PBOC. Nilai valuasi cadangan juga meningkat secara signifikan dalam periode tersebut.
Kondisi ini membuat strategi akumulasi emas China menjadi perhatian di pasar komoditas dan keuangan global. Pembelian selama 22 bulan berturut-turut menunjukkan konsistensi PBOC dalam meningkatkan kepemilikan emas.
Dengan tambahan 20,2 ton pada Agustus, China sekaligus mencatat pembelian bulanan terbesar sejak Oktober 2023. Hingga delapan bulan pertama 2026, akumulasi emas China telah mencapai sekitar 80 ton, sementara total cadangan resminya kini berada di kisaran 2.387 ton.
Ikuti TOPIK.ID
