Topik.id — Perubahan kepemilikan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) menjadi perhatian pasar setelah dua investor mengambil alih total 87 juta saham perseroan. PT Pukul Rata Kanan dan Hakimson Growth Capital tercatat melakukan pembelian saham TRUK dalam transaksi yang berlangsung pada 18 September 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Selasa (22/9/2026), kedua investor tersebut membeli saham pada harga yang sama, yakni Rp428 per saham. Jika digabungkan, nilai pembelian mencapai sekitar Rp37,23 miliar. Pada saat yang sama, Catur Dharma Anugerah Surya melepas seluruh kepemilikannya di TRUK sebanyak 87 juta saham.
Pukul Rata Kanan Kuasai 15% Saham TRUK
PT Pukul Rata Kanan menjadi pembeli dengan porsi terbesar dalam transaksi tersebut. Perusahaan ini mengambil sebanyak 65.250.000 saham TRUK atau setara dengan 15% kepemilikan.
Transaksi dilakukan pada harga Rp428 per saham sehingga nilai pembelian mencapai sekitar Rp27,92 miliar. Sebelum transaksi, PT Pukul Rata Kanan tercatat belum memiliki saham TRUK. Setelah pembelian, kepemilikannya bertambah menjadi 65,25 juta saham atau 15% hak suara perseroan.
PT Pukul Rata Kanan diketahui merupakan perusahaan yang dikaitkan dengan Gabriel Rey. Pembelian tersebut disebut dilakukan untuk tujuan investasi.
Hakimson Growth Capital Ambil 5%
Investor lainnya yang masuk ke TRUK adalah Hakimson Growth Capital. Entitas yang dikaitkan dengan Andry Hakim tersebut membeli 21.750.000 saham atau 5% dari saham TRUK.
Dengan harga transaksi Rp428 per saham, dana yang dikeluarkan Hakimson Growth Capital mencapai sekitar Rp9,3 miliar. Setelah transaksi, kepemilikan Hakimson tercatat sebesar 21,75 juta saham atau 5% hak suara.
Dengan demikian, dua investor tersebut secara bersama-sama menguasai 87 juta saham TRUK atau sekitar 20% kepemilikan perseroan. Nilai keseluruhan transaksi berdasarkan harga Rp428 per saham berada di kisaran Rp37,24 miliar.
Catur Dharma Lepas Seluruh Saham TRUK
Di sisi penjual, Catur Dharma Anugerah Surya melepas 87 juta saham TRUK pada 18 September 2026.
Saham tersebut dijual pada harga Rp428 per lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp37,23 miliar. Setelah transaksi berlangsung, kepemilikan Catur Dharma di TRUK berubah dari sebelumnya 20% menjadi 0%.
Dengan struktur transaksi tersebut, saham yang sebelumnya berada dalam kepemilikan Catur Dharma berpindah kepada dua investor baru, yakni PT Pukul Rata Kanan dan Hakimson Growth Capital.
Saham TRUK Tembus ARA
Perubahan kepemilikan tersebut terjadi ketika saham TRUK sedang mencatatkan kenaikan harga yang signifikan di pasar.
Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), saham TRUK melanjutkan penguatan hingga menyentuh level Rp1.715 per saham. Harga tersebut naik 9,94% dan mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA). Data perdagangan juga menunjukkan saham TRUK ditutup pada Rp1.560 pada 21 September 2026, setelah sebelumnya berada di Rp1.420 pada 18 September.
Pergerakan tersebut melanjutkan tren kenaikan yang telah berlangsung dalam beberapa sesi perdagangan. Pada 16 September, TRUK berada di level Rp1.180, kemudian naik menjadi Rp1.295 pada 17 September dan Rp1.420 pada 18 September.
Dalam materi perdagangan yang menjadi dasar pemberitaan, saham TRUK disebut telah melonjak sekitar 298% dalam tiga bulan terakhir. Pergerakan harga ini membuat saham perseroan menjadi salah satu yang mencuri perhatian pelaku pasar.
Profil Singkat Guna Timur Raya
PT Guna Timur Raya Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di sektor jasa pengangkutan atau transportasi. Berdasarkan informasi perusahaan yang tercantum dalam materi tersebut, perseroan berdiri pada 29 Februari 1980 dan didirikan oleh pengusaha Budi Gunawan.
Kegiatan usaha perusahaan berfokus pada layanan pengangkutan. Perseroan juga memiliki tiga armada yang berlokasi di Lodan, Jakarta Utara.
Masuknya PT Pukul Rata Kanan dan Hakimson Growth Capital membuat struktur kepemilikan TRUK mengalami perubahan cukup besar. Kedua investor tersebut mengambil alih total 20% saham yang sebelumnya dimiliki Catur Dharma Anugerah Surya.
Transaksi ini sekaligus menjadi perhatian karena harga pembelian yang dilaporkan berada di Rp428 per saham, sementara harga pasar TRUK pada perdagangan 22 September telah berada jauh di atas level tersebut, yakni Rp1.715 per saham. Perbedaan harga transaksi dan harga pasar tersebut menjadi salah satu bagian yang turut menarik perhatian dalam perubahan kepemilikan saham TRUK.
