Saham

IHSG Melesat 4 Persen pada Sesi I, Saham Portofolio Andry Hakim Kembali ARA

Indeks Harga Saham Gabungan melesat 4,16 persen pada sesi pertama perdagangan Selasa. Saham portofolio Andry Hakim dan Gabriel Rey, TRUK, kembali mentok ARA.

IHSG Melesat 4 Persen pada Sesi I, Saham Portofolio Andry Hakim Kembali ARA
Ilustrasi Pergerakan Saham (Sumber: MNC Media)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan signifikan sebesar 208,01 poin atau setara dengan 4,16 persen ke level 5.204,62 pada penutupan sesi I perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Sepanjang sesi pagi, pergerakan indeks terpantau bervariasi dengan menyentuh rentang terendah 4.980 dan level tertinggi 5.210.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas perdagangan menunjukkan volume sebanyak 40,79 miliar lembar saham berpindah tangan. Nilai transaksi total mencapai Rp 17,19 triliun dengan frekuensi perdagangan yang tercatat sebanyak 1.657.102 kali transaksi.

Mayoritas saham di lantai bursa menunjukkan tren positif. Tercatat ada 633 saham yang mengalami penguatan, sementara 124 saham terkoreksi, dan 41 saham lainnya berada dalam posisi stagnan. Kelompok saham unggulan atau blue chip yang tergabung dalam LQ45 juga mencatatkan lonjakan tinggi sebesar 6,4 persen.

Seluruh sektor saham kompak berada di zona hijau pada akhir sesi pertama. Sektor transportasi menjadi motor penguatan dengan kenaikan tertinggi sebesar 6,49 persen. Penguatan tersebut disusul oleh sektor barang baku yang melompat 4,63 persen, sektor properti menguat 4,55 persen, sektor infrastruktur bertambah 3,74 persen, serta sektor energi yang naik 3,67 persen.

Kondisi pasar domestik ini berbanding terbalik dengan bursa saham di kawasan Asia yang secara serentak mengalami pelemahan. Indeks Hang Seng di Hong Kong anjlok 1,23 persen, Shanghai di China melemah tipis 0,42 persen, Nikkei di Jepang jatuh 1,51 persen, dan Straits Times di Singapura terkoreksi 0,22 persen.

Saham TRUK Kembali Mentok ARA

Di tengah penguatan indeks, saham yang menjadi portofolio Andry Hakim dan Gabriel Rey, yakni PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK), kembali menunjukkan performa agresif dengan melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA) sebesar 25 persen ke level Rp 5.025. Tren penguatan maksimal ini memperpanjang catatan positif TRUK sejak perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, sekaligus menempatkannya dalam jajaran top gainers.

Selain TRUK, terdapat sejumlah emiten lain yang turut mencatatkan lonjakan harga hingga mentok ARA pada sesi yang sama:

Nama Perusahaan (Kode)Kenaikan PersentaseHarga Terbaru
PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK)25%Rp 5.025
PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE)25%Rp 600
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID)25%Rp 750
PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD)24,32%Rp 690
PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)24,04%Rp 645

Sebaliknya, tekanan jual juga melanda puluhan saham hingga harus mengalami pembatasan auto rejection bawah (ARB). Beberapa emiten yang masuk daftar tekanan terdalam di antaranya PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) yang terpangkas 6,93 persen menjadi Rp 376, serta PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang ambrol 6,78 persen ke posisi Rp 55.

Pelemahan lanjutan juga dialami oleh PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) yang merosot 6,67 persen menjadi Rp 28, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) yang jeblok 6,59 persen ke level Rp 85, dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) yang terkoreksi 6,49 persen menjadi Rp 1.730.