Saham

BEI Suspensi Saham TRUK dan STRK Mulai Hari Ini, Kenaikan Kumulatif Dinilai Tidak Wajar

BEI menghentikan sementara perdagangan saham TRUK dan STRK mulai 22 Oktober 2026 setelah kenaikan harga kumulatif dinilai tidak wajar.

BEI Suspensi Saham TRUK dan STRK Mulai Hari Ini, Kenaikan Kumulatif Dinilai Tidak Wajar
Foto: iNews Media Group

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) dan PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) mulai sesi I, Kamis (22/10/2026). Kebijakan tersebut diambil setelah kedua saham mengalami kenaikan harga kumulatif yang dinilai tidak wajar.

Langkah suspensi ini menjadi perhatian investor karena pergerakan harga TRUK dan STRK menunjukkan perubahan signifikan dalam periode tertentu. Berdasarkan data Stockbit, saham TRUK melonjak 286,2 persen selama satu bulan terakhir dan telah terbang 1.026 persen sejak awal tahun. Sementara itu, saham STRK naik 120,9 persen dalam sebulan, meskipun masih terkoreksi 32,18 persen secara year to date (YtD).

BEI Hentikan Perdagangan TRUK dan STRK

Penghentian sementara perdagangan dilakukan sebagai langkah perlindungan investor sekaligus memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mengevaluasi perkembangan harga kedua saham tersebut.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa kebijakan suspensi bertujuan menciptakan kondisi perdagangan yang lebih terkendali atau cooling down.

“Penghentian sementara dilakukan untuk memberikan waktu kepada investor dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada, untuk setiap pengambilan keputusan investasinya,” kata Yulianto dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (22/10/2026).

Melalui kebijakan ini, investor diharapkan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena melihat lonjakan harga saham. Masa penghentian perdagangan dapat dimanfaatkan untuk mempelajari kondisi perusahaan, mengevaluasi risiko, serta mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai.

Saham TRUK Melonjak 1.026 Persen Sejak Awal Tahun

Pergerakan saham TRUK menjadi salah satu sorotan dalam pengumuman tersebut. Kenaikan sebesar 286,2 persen dalam sebulan menunjukkan lonjakan harga yang signifikan. Jika dihitung sejak awal 2026, penguatannya mencapai 1.026 persen berdasarkan data Stockbit.

Di sisi lain, saham STRK juga mencatatkan kenaikan 120,9 persen selama sebulan terakhir. Namun, secara keseluruhan sejak awal tahun, saham tersebut masih mengalami penurunan sebesar 32,18 persen.

Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga dalam jangka pendek belum tentu mencerminkan tren sepanjang tahun. Investor perlu melihat perubahan harga dalam berbagai periode dan memahami faktor yang memengaruhinya.

Investor Diminta Mencermati Informasi Emiten

BEI mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perusahaan. Informasi resmi tersebut penting sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Investor juga perlu memahami bahwa suspensi bukan berarti perusahaan telah terbukti melakukan pelanggaran. Karena itu, perkembangan pengumuman bursa dan informasi dari emiten perlu terus dipantau selama penghentian perdagangan berlangsung.