TOPIK.ID — Harga emas digital pada perdagangan Rabu (9/9/2026) bergerak melemah di sejumlah platform investasi emas. Penurunan tersebut tercermin dari harga beli yang mengalami koreksi dibandingkan posisi sebelumnya, meski besaran penurunannya berbeda-beda di setiap penyedia.
Pergerakan harga emas digital menjadi perhatian investor ritel karena instrumen ini mengikuti dinamika harga emas sekaligus dipengaruhi perubahan nilai tukar rupiah. Di tengah fluktuasi pasar, emas digital tetap banyak dipilih karena transaksi dapat dilakukan secara daring dengan nominal pembelian yang relatif terjangkau.
Harga Emas Digital Berbeda di Setiap Platform
Berdasarkan pantauan hingga berita ini ditayangkan, harga emas digital menunjukkan variasi cukup lebar antarplatform. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh mekanisme harga, spread, serta kebijakan masing-masing penyedia layanan.
PT Indonesia Logam Pratama melalui Treasury mencatat harga beli emas digital sebesar Rp2.535.243 per gram. Harga tersebut turun Rp6.489 dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, harga jual emas digital Treasury berada di level Rp2.451.791 per gram. Selisih antara harga beli dan jual menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan investor ketika menghitung potensi keuntungan dari transaksi emas digital.
Pada Lakuemas, harga beli tercatat Rp2.530.000 per gram atau turun Rp9.000. Harga jualnya juga berada di Rp2.457.000 per gram, melemah Rp9.000 dari posisi sebelumnya.
IndoGold dan ShariaCoin Ikut Mencatat Koreksi
Pergerakan serupa terlihat pada IndoGold. PT Indogold Makmur Sejahtera mencatat harga beli emas digital sebesar Rp2.440.270 per gram, turun Rp2.982.
Adapun harga jual IndoGold berada di Rp2.377.500 per gram. Harga tersebut mengalami penurunan Rp3.000 dibandingkan posisi sebelumnya.
Dari daftar yang dipantau, ShariaCoin mencatat harga beli paling tinggi. PT Syariah Koin Indonesia menetapkan harga beli emas digital sebesar Rp2.608.000 per gram, setelah turun Rp17.000.
Harga jual ShariaCoin berada pada level Rp2.467.000 per gram, juga terkoreksi Rp17.000. Penurunan tersebut menjadi yang terbesar secara nominal dibandingkan tiga platform lainnya dalam daftar.
Minat Investasi Emas Digital Masih Berkembang
Koreksi harga harian tidak serta-merta mengubah daya tarik emas digital di kalangan investor ritel. Produk ini menawarkan fleksibilitas transaksi karena pembelian maupun penjualan dapat dilakukan melalui platform digital.
Investor juga memiliki pilihan untuk mengakumulasi emas secara bertahap sesuai kemampuan dana. Karakteristik tersebut membuat emas digital kerap digunakan sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin membangun kepemilikan emas tanpa harus membeli emas fisik dalam jumlah besar.
Namun, pergerakan harga tetap perlu dicermati. Harga emas global, nilai tukar rupiah, kondisi suku bunga, serta sentimen pasar internasional dapat memengaruhi harga emas dalam negeri.
Dengan demikian, harga pada Rabu (9/9/2026) yang cenderung melemah dapat menjadi bagian dari dinamika jangka pendek. Investor sebaiknya memperhatikan harga beli dan jual sekaligus selisih keduanya sebelum melakukan transaksi.
Ikuti TOPIK.ID
