Market

Harga Perak Antam Anjlok pada Kamis 29 Oktober, Turun Rp400 per Gram ke Level Rp36.700

Harga perak Antam turun Rp400 menjadi Rp36.700 per gram pada Kamis, 29 Oktober 2026. Harga perak spot juga melemah di pasar global.

Harga Perak Antam Anjlok pada Kamis 29 Oktober, Turun Rp400 per Gram ke Level Rp36.700

Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Penurunan ini membawa harga perak Antam ke level Rp36.700 per gram setelah sempat mencatatkan penguatan selama dua hari perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data yang dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam hari ini turun Rp400 per gram. Pelemahan tersebut terjadi setelah harga pada Rabu (28/10/2026) naik Rp350 menjadi Rp37.100 per gram, menyusul penguatan Rp150 ke posisi Rp36.750 per gram pada Selasa (27/10/2026).

Harga Perak Antam untuk Ukuran 250 dan 500 Gram

Perubahan harga per gram turut menjadi perhatian bagi masyarakat yang ingin membeli perak batangan dalam ukuran lebih besar. Pada Kamis (29/10/2026), harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram ditetapkan sebesar Rp9.575.000.

Apabila memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%, harga perak ukuran 250 gram tersebut menjadi Rp10.628.250. Sementara itu, perak Antam dengan berat 500 gram dibanderol dengan harga dasar Rp18.350.000.

Setelah ditambahkan PPN 11%, harga untuk ukuran 500 gram mencapai Rp20.368.500. Perbedaan nilai antara harga dasar dan harga setelah pajak perlu diperhatikan calon pembeli ketika memperhitungkan kebutuhan dana untuk transaksi pembelian perak batangan.

Harga Perak Dunia Ikut Bergerak Melemah

Tekanan tidak hanya terlihat pada harga perak Antam di dalam negeri. Berdasarkan data dari laman Kitco, harga perak spot tercatat turun 0,54% menjadi US$53,56 per ons saat berita ini ditulis.

Pergerakan harga di pasar internasional menjadi salah satu indikator yang dicermati dalam perkembangan komoditas logam mulia. Namun, harga perak domestik dan harga spot global memiliki satuan serta mekanisme pembentukan harga yang berbeda sehingga pergerakannya tidak selalu sama persis.

Pelemahan perak global terjadi setelah perdagangan sesi akhir Amerika Serikat pada Rabu. Pasar merespons keputusan Federal Reserve atau The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya, di tengah kondisi inflasi Amerika Serikat yang masih persisten dan aktivitas ekonomi yang dinilai tetap tangguh.

Keputusan The Fed dan Ketidakpastian Geopolitik

The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75% hingga 4,00%. Keputusan tersebut ditetapkan melalui pemungutan suara dengan hasil 10 berbanding 2. Hasil itu memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di antara para pengambil kebijakan mengenai langkah moneter yang perlu ditempuh untuk menghadapi inflasi.

Selain kebijakan suku bunga, perkembangan geopolitik turut menambah ketidakpastian di pasar komoditas. Situasi di Selat Hormuz dan hubungan Amerika Serikat dengan Iran masih menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Ancaman baru terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk juga mendorong kenaikan harga minyak mentah. Kondisi tersebut menambah kerumitan prospek inflasi global, yang pada akhirnya dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter dan pergerakan harga logam mulia, termasuk perak.