PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Perusahaan pengembang kawasan PIK2 tersebut membukukan pendapatan usaha Rp 3,7 triliun, meningkat 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan juga terlihat pada laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk. Hingga 30 September 2026, PANI mencatatkan laba Rp 1,9 triliun atau meningkat 145% secara tahunan. Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma atau Aguan, menyebut kondisi keuangan perusahaan tetap solid di tengah perkembangan pasar dan perubahan ekonomi.
Penjualan Lahan Komersial Jadi Penopang Pendapatan PANI
Kinerja PANI sepanjang Januari hingga September 2026 terutama ditopang oleh serah terima lahan komersial atau commercial land plots di kawasan CBD PIK2. Segmen tersebut menyumbang sekitar 60% dari keseluruhan pendapatan perusahaan.
Selain lahan komersial, sektor residensial juga memberikan kontribusi terhadap pemasukan perseroan. Segmen hunian tersebut menyumbang sekitar 21% dari total pendapatan PANI selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Komposisi pendapatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan komersial masih menjadi bagian penting dalam aktivitas bisnis perusahaan. Sementara itu, kontribusi residensial turut melengkapi sumber pendapatan dari pengembangan kawasan PIK2.
Dari sisi neraca, total aset PANI mencapai Rp 51,1 triliun pada kuartal III 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi Rp 50,6 triliun per 31 Desember 2025.
Aset tersebut menjadi salah satu modal perusahaan untuk mendukung kegiatan operasional sekaligus membiayai kelanjutan proyek perkotaan terpadu di kawasan PIK2.
Aguan Sebut Kondisi Keuangan Perusahaan Tetap Solid
Sugianto Kusuma menyampaikan bahwa perusahaan masih menjalankan kegiatan usaha secara konsisten. Meski menghadapi perubahan kondisi ekonomi, manajemen berupaya menyesuaikan strategi dengan perkembangan pasar.
“Kondisi keuangan kuartal tiga cukup solid dan kami terus menjalankan kegiatan usaha secara konsisten, tidak ada perubahan signifikan namun kami berusaha beradaptasi dengan perkembangan pasar dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi,” kata Aguan dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (30/10/2026).
Ia menjelaskan, fokus utama perusahaan tetap diarahkan pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu. Pengembangan tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas ekonomi sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
PANI saat ini mengelola cadangan lahan seluas 1.828 hektare melalui 12 entitas anak. Total nilai persediaan lahan dan aset terkait yang dicatatkan perusahaan mencapai Rp 38,3 triliun.
Tol KATARAJA dan NICE Dukung Pengembangan PIK2
Dalam menjalankan strategi pengembangan kawasan, PANI terus mendorong peningkatan konektivitas dan fasilitas pendukung. Salah satu infrastruktur yang menjadi perhatian adalah Tol KATARAJA, yang telah beroperasi secara parsial sejak tahun lalu.
Selain akses jalan, kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) turut menjadi bagian dari pengembangan kawasan. Fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan aktivitas MICE atau meetings, incentives, conferences and exhibitions di PIK2.
Aguan menilai peningkatan konektivitas dan fasilitas kawasan dapat mendukung pertumbuhan kegiatan ekonomi di PIK2. Karena itu, perusahaan melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas komersial dan akomodasi.
Hilton Hotel PIK2 Ditargetkan Beroperasi pada 2027
Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah Hilton Hotel PIK2. Hotel bintang lima tersebut dirancang memiliki 20 lantai dengan kapasitas 271 kamar.
PANI memperkirakan hotel itu mulai beroperasi pada semester kedua 2027. Kehadirannya diharapkan melengkapi fasilitas kawasan sekaligus mendukung kebutuhan akomodasi bagi pengunjung dan pelaku kegiatan bisnis di PIK2.
Aguan menyatakan optimistis terhadap potensi pertumbuhan aktivitas di kawasan tersebut. Pembangunan infrastruktur, fasilitas konvensi, serta hotel menjadi bagian dari upaya perusahaan mengembangkan PIK2 sebagai kawasan perkotaan terpadu.









