Saham

IHSG Menguat 0,94 Persen ke 5.328,3, Lima Saham Melonjak Hingga 34 Persen dan Masuk Daftar Top Gainers

IHSG naik 0,94 persen ke 5.328,3 pada Rabu, 21 Oktober 2026. STRK, SOLA, SOHO, BUKK, dan CARE mencatat lonjakan tajam.

IHSG Menguat 0,94 Persen ke 5.328,3, Lima Saham Melonjak Hingga 34 Persen dan Masuk Daftar Top Gainers
Foto: CNBC Indonesia/Tri Susilo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (21/10/2026) di zona hijau setelah bertambah 49,47 poin atau 0,94 persen ke posisi 5.328,3. Penguatan tersebut terjadi di tengah pergerakan saham yang beragam, dengan sejumlah emiten mencatat kenaikan harga signifikan hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Sepanjang perdagangan, sebanyak 384 saham mengalami kenaikan, sedangkan 328 saham melemah dan 251 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp17,1 triliun. Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi salah satu penguat di kelompok LQ45 setelah naik 7,02 persen ke Rp1.295.

Lima Saham Melonjak Tajam pada Penutupan Perdagangan

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga besar ketika IHSG menguat. PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) memimpin daftar saham dengan lonjakan 34,31 persen ke Rp137 per saham.

Posisi berikutnya ditempati PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA), yang naik 33,9 persen menjadi Rp79. Sementara itu, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) menguat 24,8 persen ke Rp1.305 dan PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) bertambah 24,8 persen menjadi Rp980.

Saham PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) juga masuk jajaran penguat setelah melesat 26,3 persen ke Rp24. Adapun CARE tercatat naik 24,8 persen menjadi Rp372.

Kenaikan sejumlah saham tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi dalam satu sesi perdagangan. Namun, lonjakan harga harian tidak serta-merta menjamin kenaikan berlanjut pada perdagangan berikutnya.

Mayoritas Sektor Menguat, Saham Teknologi Melemah

Dari sisi sektoral, kesehatan mencatat penguatan tertinggi sebesar 3,35 persen. Berikutnya, sektor properti naik 1,77 persen, infrastruktur menguat 1,47 persen, barang konsumen primer bertambah 1,44 persen, dan barang konsumen non-primer meningkat 1,25 persen.

Sektor keuangan menguat 0,71 persen, barang baku naik 0,6 persen, energi bertambah 0,57 persen, sedangkan transportasi menguat 0,17 persen.

Sebaliknya, sektor teknologi terkoreksi 1,12 persen dan perindustrian turun 0,59 persen.

Keputusan BI dan Harga Minyak Jadi Perhatian Pasar

Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Kebijakan tersebut berlangsung di tengah fluktuasi rupiah, ketidakpastian arah suku bunga The Fed, serta dinamika pasar keuangan domestik.

Langkah BI ditujukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mendukung arus masuk modal asing, dan memperdalam pasar uang serta valuta asing.

Dari luar negeri, kenaikan harga minyak turut menjadi perhatian setelah muncul laporan belum tercapainya kesepakatan terkait ketegangan Amerika Serikat dan Iran. Risiko terhadap pelayaran di Laut Merah dan infrastruktur minyak Arab Saudi juga berpotensi memengaruhi sentimen pasar.

Saham yang Tertekan pada Perdagangan Hari Ini

Di tengah penguatan IHSG, beberapa saham justru mengalami koreksi tajam. PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) turun 9,4 persen ke Rp106, disusul PT Bahtera Bumi Raya Tbk (PGJO) yang melemah 8,54 persen menjadi Rp750.

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) terkoreksi 8 persen ke Rp92. Sementara itu, PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) turun 7 persen menjadi Rp452 dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) melemah 6,9 persen ke Rp9.650.

Perbedaan pergerakan antarsaham menunjukkan bahwa penguatan indeks belum diikuti kenaikan merata. Investor tetap perlu memperhatikan fundamental emiten, likuiditas, dan risiko volatilitas sebelum mengambil keputusan transaksi.