Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Pergerakan positif ini terjadi di tengah aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing yang mencapai angka jumbo.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total net sell asing di seluruh pasar pada hari ini menembus Rp 2,19 triliun. Dengan tambahan tersebut, akumulasi aksi jual bersih asing sepanjang tahun berjalan ini telah mencapai Rp 92,1 triliun.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi instrumen yang paling banyak dilepas oleh investor asing di pasar reguler dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp 966,1 miliar.
Selain BBCA, tekanan jual asing juga menyasar sejumlah saham perbankan besar lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net sell sebesar Rp 355,39 miliar, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 269,8 miliar.
Daftar saham yang banyak dilepas investor asing turut diisi oleh PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp 125,6 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp 117,8 miliar, serta PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencapai Rp 107,3 miliar.
Saham yang Diborong Asing
Kendati tekanan jual asing cukup besar, sejumlah saham justru mengalami aksi beli bersih (net buy). PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan transaksi beli bersih terbanyak dari investor asing senilai Rp 254,9 miliar.
Selain itu, aksi beli juga terjadi pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai net buy asing sebesar Rp 98,49 miliar.
Lonjakan IHSG dan Kebijakan Pasar
Di sisi lain, IHSG ditutup menguat tajam sebesar 282,2 poin atau 5,65 persen ke level 5.278,8. Perdagangan hari ini mencatat sebanyak 694 saham mengalami kenaikan, 111 saham melemah, dan 158 saham stagnan dengan total nilai transaksi mencapai Rp 26,3 triliun.
Pilarmas Investindo Sekuritas menyampaikan bahwa pemulihan atau rebound IHSG terjadi seiring langkah regulator dalam memulihkan kepercayaan pasar. Upaya ini merespons peringatan sebelumnya dari MSCI terkait potensi peninjauan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Pemerintah, regulator, dan pihak terkait mengambil langkah sinergis untuk menata ulang pasar modal domestik. Pelaku pasar kini memantau secara cermat berbagai kebijakan yang digulirkan oleh BEI.
Sebagai bagian dari agenda reformasi pasar tersebut, BEI menyiapkan mekanisme baru dalam penghitungan IHSG. Mekanisme ini mengecualikan emiten yang memiliki konsentrasi kepemilikan saham sangat tinggi atau high shareholding concentration (HSC) setelah dilakukan pertemuan antara BEI dan MSCI.
Sementara itu, para pelaku pasar juga terus mencermati dinamika daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi global, termasuk memantau efektivitas investasi di sektor kecerdasan buatan atau AI terhadap profitabilitas perusahaan teknologi.









