Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pemulihan signifikan setelah menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Penguatan ini sekaligus membuktikan ketepatan proyeksi pembalikan arah pasar yang sebelumnya telah disampaikan oleh Founder dan CEO Astronacci International, Gema Goeyardi.
Tekanan di pasar modal domestik sempat meningkat menyusul usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 15 Oktober 2026 untuk mengubah status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Situasi tersebut memicu kepanikan di kalangan investor dan trader di tengah tekanan jual dari pihak asing.
Di tengah gelombang tekanan tersebut, Gema Goeyardi melalui analisis siklus waktu Astronacci sebelumnya telah mengidentifikasi rentang tanggal 20 hingga 21 Oktober sebagai periode potensial terbentuknya time support atau titik balik IHSG.
“Saya percaya, IHSG akan naik kembali dan akan all time high kembali. Besok (20 Oktober 2026) akan gap down, tutupnya candle hijau gede,” ujar Gema saat ditemui di Beijing, China.
Keyakinan tersebut terwujud pada perdagangan 20 Oktober 2026. IHSG sukses bangkit dengan mencatatkan reversal sebesar 5,63% dan ditutup menguat ke level 5.278, setelah sebelumnya bergerak di area support 4.947–5.050.
Pola Historis dan Target Pemulihan IHSG
Gema juga mengaitkan dinamika pasar ini dengan fenomena astronomi Mars Trine Saturn yang terjadi pada 16 Oktober 2026, bertepatan dengan koreksi yang menyeret IHSG ke level 5.185. Pola serupa pernah teramati pada April 2025 ketika indeks tertekan hingga mendekati level 5.900 sebelum akhirnya berbalik pulih dan menembus level 7.000 pada periode berikutnya.
Selepas konfirmasi awal pembalikan arah ini, pergerakan indeks selanjutnya akan dicermati untuk menguji potensi kelanjutan tren pemulihan. Gema turut menandai area 5.803 sebagai target pemulihan berikutnya yang merupakan area gap sisa tekanan jual sebelumnya.
“Kalaupun closing red lagi, it’s okay. Dua puluh tahun saya di pasar saham sejak 2006, short term pain, long term gain. History will repeat itself!” pungkasnya.









