Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Indeks menguat sebesar 282,2 poin atau 5,65 persen ke level 5.278,8.
Penguatan ini turut didorong oleh pergerakan positif sejumlah saham di jajaran LQ45. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi emiten dengan kenaikan tertinggi di kelompok tersebut setelah melesat 20,08 persen ke level harga Rp 1.435.
Selain itu, sebanyak 10 saham tercatat bergerak menguat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Deretan saham tersebut meliputi ATLA yang melesat 33,33 persen ke harga Rp 24, PNSE yang melejit 25 persen menjadi Rp 600, serta SHID dan SOTS yang masing-masing melonjak 25 persen ke level Rp 750 dan Rp 650. Kenaikan serupa juga dicatatkan oleh TRUK yang terkerek 25 persen ke posisi Rp 5.025.
Gelombang penguatan berlanjut pada deretan saham berikutnya, di mana CBRE naik 24,78 persen ke harga Rp 705, AGAR melejit 24,71 persen menjadi Rp 1.590, ROCK menguat 24,61 persen ke level Rp 2.380, AKPI bertambah 24,4 persen menjadi Rp 560, serta SIPD yang terdongkrak 24,32 persen ke harga Rp 690.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan mencatatkan 694 saham berada di zona hijau, 111 saham mengalami koreksi, dan 158 saham stagnan. Total nilai transaksi di lantai bursa mencapai Rp 26,3 triliun.
Sektor Transportasi Pimpin Penguatan
Seluruh sektor saham kompak ditutup di zona hijau pada perdagangan hari ini. Sektor transportasi menjadi penopang utama dengan kenaikan paling tinggi mencapai 8,5 persen.
Berikut adalah rincian penguatan seluruh sektor saham di bursa:
| Sektor Saham | Besaran Penguatan |
|---|---|
| Transportasi | 8,5% |
| Barang Baku | 6,62% |
| Infrastruktur | 5,6% |
| Properti | 5,19% |
| Keuangan | 5,07% |
| Perindustrian | 4,56% |
| Energi | 4,39% |
| Barang Konsumen Primer | 4,2% |
| Teknologi | 3,93% |
| Barang Konsumen Non-Primer | 2,66% |
| Kesehatan | 2,25% |
Pilarmas Investindo Sekuritas memaparkan bahwa pemulihan atau rebound pada IHSG terjadi seiring langkah regulator dalam memulihkan kepercayaan investor. Upaya ini merespons peringatan sebelumnya dari MSCI terkait potensi penurunan status indeks global Indonesia ke kategori standalone market pada tahun depan.
Pemerintah bersama otoritas terkait dan SRO mengambil langkah sinergis guna menata ulang pasar modal domestik. Pelaku pasar kini memantau secara dekat berbagai kebijakan yang digulirkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagai bagian dari agenda reformasi pasar, BEI merancang mekanisme baru dalam perhitungan IHSG dengan mengecualikan emiten yang memiliki tingkat konsentrasi kepemilikan sangat tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Langkah ini dirumuskan pasca-diskusi virtual antara pihak BEI dan penyedia indeks MSCI guna menjaga kualitas pasar.
Di sisi lain, para pelaku pasar tetap mencermati kekuatan daya beli masyarakat serta dinamika stabilitas ekonomi global. Fokus utama tertuju pada efektivitas investasi masif di sektor kecerdasan buatan atau AI dalam mendongkrak profitabilitas perusahaan teknologi, di tengah kekhawatiran terhadap pembiayaan infrastruktur, tingginya biaya pinjaman, serta kepastian pengembalian modal.
Deretan Saham Top Gainers dan Top Losers
Lonjakan harga dalam rentang 25 persen hingga 33 persen dalam sehari menempatkan sejumlah emiten sebagai pencetak keuntungan terbesar bagi investor.
| Saham | Kenaikan | Harga Terakhir |
|---|---|---|
| PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) | 33,33% | Rp 24 |
| PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) | 25,45% | Rp 69 |
| PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) | 25% | Rp 600 |
| PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) | 25% | Rp 750 |
| PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) | 25% | Rp 650 |
Kendati mayoritas saham menguat, sejumlah emiten justru mengalami tekanan dan masuk dalam jajaran top losers. PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) tercatat longsor 10 persen menjadi Rp 117, diikuti PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang jatuh 9,91 persen ke level Rp 100.
Tekanan jual juga melanda PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) yang ambles 9,8 persen menjadi Rp 292, PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) yang merosot 9,6 persen ke Rp 179, serta PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) yang terkikis 8 persen menjadi Rp 23.









