Menjelang Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang berlangsung pada 24–25 Oktober di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Strava mengungkap sejumlah data menarik mengenai kebiasaan pelari Indonesia. Hasil pengolahan aktivitas pengguna menunjukkan bahwa 33 persen kegiatan lari selama masa persiapan perlombaan dilakukan secara berkelompok.
Data tersebut juga memperlihatkan kuatnya keterlibatan komunitas dalam olahraga lari. Sebanyak 92 persen peserta Jakarta Running Festival 2025 yang berhasil mencapai garis finis dan mencatatkan aktivitasnya di Strava tercatat sebagai anggota Strava Club.
Selain kebiasaan berlari bersama, Strava menemukan bahwa pelari rata-rata menjalani latihan sedikitnya tiga hari dalam sepekan. Durasi latihan juga berbeda antara hari kerja dan akhir pekan, dengan waktu yang lebih panjang menjelang akhir pekan.
Temuan ini dibagikan Strava menjelang penyelenggaraan JRF 2026 yang akan diikuti sekitar 37.000 pelari dari dalam dan luar negeri. Ajang tersebut menjadi salah satu kegiatan lari berskala besar di Indonesia dengan kategori perlombaan mulai dari 5K hingga maraton.
Data Strava ungkap kebiasaan pelari Indonesia
Strava, platform pencatatan aktivitas olahraga dengan lebih dari 200 juta pengguna di 185 negara, mencatat sejumlah pola latihan yang dilakukan penggunanya dalam mempersiapkan diri menghadapi perlombaan.
Data tersebut mencakup aktivitas berkelompok, keanggotaan komunitas, frekuensi latihan, hingga waktu yang dihabiskan untuk berlari. Berikut rincian temuan yang dipublikasikan menjelang Jakarta Running Festival 2026:
| Indikator | Temuan Strava |
|---|---|
| Aktivitas lari berkelompok | 33% dari aktivitas persiapan perlombaan |
| Keanggotaan Strava Club | 92% finisher JRF 2025 yang tercatat di Strava |
| Frekuensi latihan | Rata-rata 3 hari atau lebih per minggu |
| Durasi latihan hari kerja | Rata-rata 52 menit per sesi |
| Durasi latihan akhir pekan | Rata-rata 1 jam 17 menit per sesi |
Salah satu temuan yang cukup menonjol adalah perbedaan durasi latihan antara hari kerja dan akhir pekan. Pelari rata-rata menghabiskan 52 menit untuk satu sesi pada hari kerja, sedangkan pada akhir pekan durasinya meningkat menjadi 77 menit.
Artinya, terdapat selisih sekitar 25 menit antara kedua periode tersebut. Data ini menggambarkan bagaimana pengguna Strava mengalokasikan waktu latihan yang berbeda sepanjang pekan.
Persentase keanggotaan komunitas juga menjadi perhatian. Dengan 92 persen finisher JRF 2025 yang tercatat di Strava merupakan anggota Strava Club, komunitas menjadi bagian yang kuat dalam aktivitas olahraga para pengguna platform tersebut.
Komunitas menjadi bagian dari persiapan perlombaan
Aktivitas lari tidak selalu dilakukan secara individu. Melalui komunitas, para pelari dapat berlatih bersama, membagikan perkembangan latihan, hingga saling memberikan dukungan dalam mempersiapkan perlombaan.
Fitur Strava Clubs menyediakan ruang bagi pengguna untuk terhubung dengan pelari lainnya. Anggota komunitas dapat membagikan aktivitas olahraga, mengikuti perkembangan rekan mereka, serta merayakan pencapaian masing-masing.
Meski demikian, data mengenai aktivitas kelompok dan keanggotaan komunitas tersebut berasal dari aktivitas yang tercatat di Strava. Angka tersebut tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh masyarakat Indonesia yang menekuni olahraga lari.
Temuan Strava menggambarkan kebiasaan pengguna platform dalam menjaga rutinitas olahraga, termasuk bagaimana mereka memanfaatkan interaksi sosial selama masa persiapan menuju hari perlombaan.
Stanley Joewono bersiap debut half marathon
Di tengah persiapan JRF 2026, kreator Strava Stanley Joewono menjadi salah satu pelari yang bersiap menghadapi tantangan baru. Stanley yang hidup dengan kondisi beta talasemia mayor dijadwalkan mengikuti kategori half marathon pertamanya pada Sabtu (24/10/2026).
Sebelumnya, Stanley telah menyelesaikan sejumlah perlombaan dengan jarak 5 kilometer dan 10 kilometer. Kini, ia mempersiapkan diri untuk menempuh lintasan sekitar 21 kilometer dalam ajang Jakarta Running Festival.
Stanley mengawali aktivitas lari sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebugaran. Sebelumnya, rutinitas olahraganya lebih banyak berfokus pada latihan kekuatan dan pengondisian fisik.
Seiring berjalannya waktu, ia menemukan bahwa lari bukan hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Aktivitas tersebut juga membantunya memahami kondisi tubuh, mengenali batas kemampuan, serta menikmati waktu untuk dirinya sendiri.
Dalam menjalani persiapan, Stanley menggunakan Strava sebagai jurnal latihan digital. Ia memanfaatkan fitur Training Log untuk melihat riwayat aktivitas dan Relative Effort untuk memantau tingkat usaha selama berolahraga.
Kedua fitur tersebut digunakan untuk mengevaluasi perkembangan latihan sekaligus membantu memahami beban aktivitas yang telah dijalani.
Stanley juga dijadwalkan mengikuti half marathon bersama Daffa Wardhana, yang merupakan sesama anggota Strava Club. Keikutsertaan keduanya menjadi bagian dari pengalaman berlari bersama yang mereka nantikan pada JRF 2026.
Jakarta Running Festival 2026 diikuti 37.000 pelari
Jakarta Running Festival 2026 berlangsung pada 22–25 Oktober dengan rangkaian kegiatan yang dipusatkan di kawasan GBK, Jakarta Pusat. Perlombaan utama dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 24–25 Oktober 2026.
Direktur Utama PT Kelompok Lari Anak Bangsa (KLAB), Dickie Widjaja, sebelumnya mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai sekitar 37.000 pelari. Angka tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 27.000 peserta.
Peserta JRF 2026 juga mencakup lebih dari 1.000 pelari internasional. Dalam konferensi pers menjelang penyelenggaraan, panitia menyebut peserta berasal dari total 49 negara, termasuk Indonesia.
Ajang tersebut menghadirkan kategori lari 5K, 10K, half marathon, dan full marathon. Selain itu, rangkaian festival turut diramaikan pameran perlengkapan olahraga, kegiatan komunitas, dan berbagai aktivitas yang dapat dikunjungi masyarakat.
Dengan meningkatnya jumlah peserta dan aktivitas komunitas, Jakarta Running Festival 2026 menjadi salah satu ruang pertemuan bagi pelari rekreasional maupun atlet kompetitif.
Sementara itu, data yang dibagikan Strava memberikan gambaran mengenai kebiasaan latihan penggunanya menjelang perlombaan, terutama dari sisi konsistensi, durasi aktivitas, serta keterlibatan dalam komunitas lari.








