Kecelakaan maut di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menewaskan empat orang dalam satu keluarga pada Sabtu (24/10/2026). Salah satu korban merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel), Erika Fitri Wardani, yang meninggal dunia bersama suami dan kedua anaknya.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, sekitar pukul 12.50 WIB.
Insiden melibatkan mobil Honda Brio berwarna merah dengan nomor polisi BN 1945 BL dan truk Fuso bernomor polisi BN 8720 PD.
Kepala Bidang Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Agus Sugiyarso, membenarkan bahwa kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Seluruh korban berada di dalam mobil Honda Brio yang mengalami tabrakan dengan truk dari arah berlawanan.
Polisi menyebut korban terdiri atas pasangan suami istri dan dua orang anak. Keempatnya diketahui merupakan satu keluarga.
Sementara itu, pihak Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung telah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Erika Fitri Wardani dan keluarganya.
Jenazah keempat korban dipulangkan ke Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dan dimakamkan pada Minggu (25/10/2026).
Kronologi kecelakaan maut di Bangka Tengah
Kecelakaan terjadi ketika mobil Honda Brio yang membawa satu keluarga melaju dari arah Pangkalpinang menuju Koba.
Pada saat bersamaan, truk Fuso melintas dari arah Koba menuju Pangkalpinang.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, mobil Brio diduga melebar ke sisi kanan jalan ketika melintasi kawasan Desa Jelutung.
Akibatnya, mobil tersebut masuk ke jalur kendaraan dari arah berlawanan dan bertabrakan dengan truk Fuso.
Kombes Agus Sugiyarso menjelaskan bahwa perpindahan jalur mobil Brio menjadi dugaan awal dalam penyelidikan kecelakaan.
Benturan menyebabkan bagian depan mobil Honda Brio mengalami kerusakan berat.
Sejumlah laporan dari lokasi kejadian menyebut kendaraan tersebut ringsek hingga sebagian bodinya berada di bawah bagian depan truk.
Petugas kepolisian bersama warga kemudian melakukan penanganan dan evakuasi korban.
Empat orang yang berada di dalam mobil Brio dinyatakan meninggal dunia.
Satlantas Polres Bangka Tengah langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan informasi mengenai peristiwa tersebut.
Meski dugaan awal telah disampaikan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan kepolisian.
Belum ada kesimpulan resmi mengenai faktor yang menyebabkan mobil Brio berpindah jalur sebelum tabrakan.
Identitas empat korban kecelakaan di Bangka Belitung
Salah satu korban kecelakaan diketahui bernama Erika Fitri Wardani, dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.
Erika meninggal dunia bersama suaminya, M. Ivan Alfaruqi, serta dua anak mereka.
Keluarga tersebut berada di dalam mobil Honda Brio ketika kecelakaan terjadi.
Berdasarkan laporan media lokal, salah satu anak korban masih duduk di bangku sekolah dasar, sedangkan anak lainnya berusia lebih muda.
Keempat korban merupakan satu keluarga yang tinggal dan menjalani aktivitas di Bangka Belitung.
Erika sendiri berasal dari Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Ia selama ini mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di Program Studi PGSD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.
Kabar meninggalnya Erika bersama keluarganya mendapat perhatian dari lingkungan kampus dan masyarakat di daerah asalnya.
Polisi ungkap dugaan awal penyebab kecelakaan
Kepolisian telah menyampaikan gambaran awal mengenai kecelakaan yang melibatkan Honda Brio dan truk Fuso.
Menurut Kombes Agus Sugiyarso, mobil Brio diduga berpindah ke sisi kanan jalan sebelum bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Keterangan tersebut diperoleh dari hasil penanganan awal peristiwa kecelakaan.
Namun, perpindahan jalur belum dapat disimpulkan sebagai akibat dari faktor tertentu sebelum penyelidikan selesai.
Polisi masih perlu memastikan kondisi kendaraan, situasi jalan, serta keterangan yang berkaitan dengan kejadian.
Satlantas Polres Bangka Tengah telah melakukan olah TKP untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
Pemeriksaan juga diperlukan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai posisi kedua kendaraan sebelum terjadi benturan.
Hingga Minggu (25/10/2026), belum ada pengumuman hasil akhir penyelidikan yang menetapkan penyebab pasti kecelakaan.
Karena itu, dugaan mengenai kondisi pengemudi maupun faktor lain yang menyebabkan tabrakan belum dapat dinyatakan sebagai fakta.
Mobil Honda Brio ringsek setelah bertabrakan dengan truk
Kecelakaan di Jalan Desa Jelutung melibatkan dua kendaraan yang memiliki ukuran dan bobot berbeda.
Honda Brio merupakan mobil penumpang berukuran kecil, sedangkan truk Fuso merupakan kendaraan angkutan dengan dimensi dan bobot lebih besar.
Berdasarkan dokumentasi kepolisian yang beredar melalui pemberitaan, mobil Brio mengalami kerusakan berat terutama pada bagian depan.
Kondisi kendaraan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam proses penanganan kecelakaan.
Berikut rincian kendaraan yang terlibat berdasarkan keterangan awal kepolisian.
| Keterangan | Honda Brio | Truk Fuso |
|---|---|---|
| Nomor polisi | BN 1945 BL | BN 8720 PD |
| Arah perjalanan | Pangkalpinang menuju Koba | Koba menuju Pangkalpinang |
| Jenis kendaraan | Mobil penumpang | Truk angkutan |
| Korban meninggal | 4 orang | Tidak dilaporkan |
Informasi mengenai kendaraan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan Satlantas Polres Bangka Tengah.
Sementara itu, keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan kendaraan dan penanganan hukum masih menunggu perkembangan penyelidikan.
Rektor Unmuh Babel sampaikan duka atas kepergian Erika
Kabar meninggalnya Erika Fitri Wardani membawa duka bagi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.
Rektor Unmuh Babel, Fadillah Sabri, menyampaikan belasungkawa dalam keterangan resmi yang dilaporkan pada Minggu (25/10/2026).
Menurut Fadillah, kepergian Erika dan keluarganya menjadi kehilangan besar bagi lingkungan kampus.
Duka tersebut terutama dirasakan rekan sejawat dan keluarga besar Program Studi PGSD tempat Erika selama ini menjalankan tugas sebagai dosen.
Pihak universitas juga menyampaikan doa bagi almarhumah, suami, serta kedua anaknya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Unmuh Babel mengirimkan perwakilan untuk mendampingi proses pemulangan jenazah menuju Bengkulu.
Kepala Bagian Humas Unmuh Babel, Sukma Wijaya, membenarkan bahwa Erika merupakan dosen di universitas tersebut.
Sukma juga menjelaskan bahwa jenazah korban dibawa ke Curup, Kabupaten Rejang Lebong, untuk diserahkan kepada keluarga besar.
Pemulangan dilakukan menuju daerah asal Erika, tempat kedua orang tuanya tinggal.
Erika Fitri Wardani dan keluarga dimakamkan di Bengkulu
Jenazah Erika Fitri Wardani bersama suami dan kedua anaknya telah dimakamkan pada Minggu (25/10/2026).
Pemakaman berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Desa Belitar Seberang, yang juga dikenal sebagai Desa Belirang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
Keempat korban dimakamkan secara berdampingan dalam empat liang lahat yang telah disiapkan pihak keluarga.
Lokasi pemakaman dipilih berdasarkan permintaan orang tua Erika, yakni Syamsul Komar dan Robiatun.
Sekretaris Desa Belirang, Purwanto, membenarkan bahwa prosesi pemakaman telah selesai dilaksanakan pada Minggu siang.
Ia menyampaikan bahwa warga desa turut merasakan kehilangan atas meninggalnya Erika bersama keluarganya.
Sejumlah warga dan kerabat menghadiri proses pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir.
Perwakilan pemerintah daerah juga dilaporkan hadir dalam prosesi tersebut.
Keempat jenazah sebelumnya telah dipulangkan dari Bangka Belitung menuju Bengkulu setelah proses penanganan kecelakaan.
Kampus kehilangan tenaga pengajar PGSD
Erika Fitri Wardani merupakan dosen yang mengabdikan diri di bidang pendidikan dasar melalui Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.
Sebagai tenaga pengajar Program Studi PGSD, Erika terlibat dalam lingkungan pendidikan tinggi yang mempersiapkan calon guru sekolah dasar.
Kehilangannya menjadi duka bagi sivitas akademika, terutama rekan dosen dan mahasiswa di lingkungan program studi tersebut.
Pihak universitas menyampaikan bahwa kepergian Erika bersama keluarganya merupakan musibah besar bagi kampus.
Selain keluarga inti korban, rekan kerja serta lingkungan pendidikan tempat Erika mengajar turut menyampaikan belasungkawa.
Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung juga memberikan pendampingan melalui perwakilan kampus yang ikut mengantar jenazah menuju Bengkulu.
Kecelakaan di Bangka Tengah masih diselidiki polisi
Kecelakaan maut di Jalan Raya Desa Jelutung menjadi perhatian setelah empat anggota keluarga meninggal dunia dalam satu peristiwa.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, tabrakan terjadi saat Honda Brio melaju dari arah Pangkalpinang menuju Koba dan diduga melebar ke jalur berlawanan.
Mobil kemudian bertabrakan dengan truk Fuso yang datang dari arah Koba.
Petugas telah melakukan penanganan di lokasi dan melanjutkan proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Hasil akhir pemeriksaan masih diperlukan sebelum dapat ditentukan faktor yang bertanggung jawab atas terjadinya tabrakan.
Kecelakaan di Bangka Belitung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, menewaskan dosen Unmuh Babel Erika Fitri Wardani, suami, dan kedua anaknya.
Keempat korban telah dimakamkan di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada Minggu (25/10/2026), sementara kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan yang terjadi di Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Bangka Tengah.








