Regional

Profil Asep Surya Atmaja, Bupati Bekasi dari Partai Buruh dan Harta Kekayaannya

Asep Surya Atmaja resmi dilantik Dedi Mulyadi sebagai Bupati Bekasi. Simak profil, karier politik di Partai Buruh, dan harta kekayaannya.

Profil Asep Surya Atmaja, Bupati Bekasi dari Partai Buruh dan Harta Kekayaannya
Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja (Sumber: IG @dr.asepsuryaatmaja)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi melantik Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/10/2026). Politikus Partai Buruh tersebut sebelumnya menjabat Wakil Bupati Bekasi mendampingi Ade Kuswara Kunang.

Pelantikan Asep dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3282 Tahun 2026 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Bupati Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Pengangkatannya sebagai kepala daerah definitif menyusul pemberhentian Ade Kuswara Kunang dari jabatan Bupati Bekasi setelah perkara korupsi yang menjeratnya.

Asep bukan sosok baru dalam pemerintahan Kabupaten Bekasi. Sebelum menduduki jabatan kepala daerah, ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Partai Golkar dan kemudian beralih ke Partai Buruh menjelang Pilkada 2024.

Profil Asep Surya Atmaja

Asep Surya Atmaja merupakan seorang dokter sekaligus politikus asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ia lahir pada 22 Juni 1976 berdasarkan profil yang tercantum di situs resmi Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Asep merupakan putra pasangan H. Ojoy Jarkasih dan Hj. Enjuh Juhriah. Ia juga dikenal sebagai adik kandung almarhum Eka Supria Atmaja, yang pernah menjabat Bupati Bekasi periode 2019–2021.

Latar belakang pendidikannya berasal dari bidang kesehatan. Asep menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Trisakti sebelum terjun ke dunia politik.

Karier politiknya dimulai ketika terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi melalui Partai Golkar pada Pemilu 2019 dari daerah pemilihan Bekasi 6.

Selama menjadi anggota legislatif, Asep bertugas di Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi yang membidangi sejumlah urusan, antara lain pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketenagakerjaan.

Ia juga pernah menduduki posisi Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bekasi.

Perjalanan politik dari Golkar ke Partai Buruh

Perubahan arah politik Asep terjadi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bekasi 2024. Ia mengundurkan diri dari Partai Golkar pada 22 Juni 2024 dan kemudian bergabung dengan Partai Buruh.

Dalam Pilkada 2024, Asep maju sebagai calon Wakil Bupati Bekasi berpasangan dengan Ade Kuswara Kunang. Pasangan tersebut didukung oleh PDI Perjuangan, Partai Buruh, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Ade-Asep berhasil memperoleh 666.494 suara atau sekitar 45,68 persen dari total suara sah. Hasil tersebut mengantarkan keduanya memenangi Pilkada Kabupaten Bekasi.

Keduanya mulai menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi pada 20 Februari 2025 setelah mengikuti pelantikan kepala daerah oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

Dalam perjalanan masa jabatan tersebut, Asep kemudian mendapat tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi sebelum ditetapkan menjadi bupati definitif pada Oktober 2026.

Harta kekayaan Asep Surya Atmaja mencapai Rp4,15 miliar

Selain latar belakang pendidikan dan politik, jumlah harta kekayaan Asep Surya Atmaja juga menjadi perhatian setelah dirinya resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi.

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan pada 5 Maret 2026, Asep tercatat memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp4.152.942.940 atau sekitar Rp4,15 miliar.

Dalam laporan tersebut, nilai keseluruhan aset Asep mencapai Rp6.800.942.940 sebelum dikurangi kewajiban berupa utang sebesar Rp2.648.000.000.

Berikut rincian harta kekayaan Asep Surya Atmaja berdasarkan LHKPN periodik 2025.

Jenis hartaNilai
Tanah dan bangunanRp5.667.503.920
Alat transportasi dan mesinRp957.000.000
Kas dan setara kasRp176.439.020
Total asetRp6.800.942.940
UtangRp2.648.000.000
Total kekayaan bersihRp4.152.942.940

Sebagian besar kekayaan Asep berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp5,67 miliar. Aset tersebut terdiri atas sembilan bidang tanah dan bangunan yang berlokasi di wilayah Bekasi.

Sementara itu, aset kendaraan yang dilaporkan mencapai Rp957 juta, terdiri atas empat unit mobil.

Berikut daftar kendaraan dalam laporan kekayaannya.

KendaraanTahunNilai
Nissan X-Trail 2.52010Rp82.000.000
Nissan Teana 2.52014Rp150.000.000
BMW 730 Li2015Rp600.000.000
Nissan Serena 2.02013Rp125.000.000
TotalRp957.000.000

Asep juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp176.439.020. Tidak terdapat nilai yang dicantumkan untuk kategori surat berharga, harta bergerak lainnya, maupun harta lainnya.

Dengan demikian, setelah seluruh aset dikurangi utang, kekayaan bersih Asep yang tercantum dalam LHKPN periodik 2025 mencapai Rp4,15 miliar. Nilai tersebut merupakan harta yang dilaporkan, bukan penilaian atas kekayaannya secara real-time pada Oktober 2026.

Dedi Mulyadi beri sejumlah arahan setelah pelantikan

Seusai pelantikan, Dedi Mulyadi memberikan sejumlah arahan kepada Asep Surya Atmaja terkait penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Bekasi.

Salah satu perhatian utama Dedi adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk fasilitas rumah sakit, puskesmas, dan pemerataan akses tenaga medis bagi masyarakat.

Dedi juga meminta pemerintah Kabupaten Bekasi memperhatikan sektor pendidikan, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta melakukan penataan lingkungan dan kawasan permukiman.

Selain itu, Dedi menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, termasuk pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara terbuka dan profesional.

Sementara itu, Asep menyatakan akan menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat, khususnya dalam memperluas akses pelayanan kesehatan melalui penguatan kepesertaan BPJS Kesehatan.

Ia juga berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan dan prioritas daerah selama menjalankan tugas sebagai Bupati Bekasi hingga akhir masa jabatan 2030.