Kebakaran kembali melanda kawasan Gunung Pakuwojo atau Pakuwaja di wilayah Sidorejo, Dieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Rabu (21/10/2026). Kobaran api yang membakar vegetasi pegunungan dilaporkan semakin meluas, sementara petugas menghadapi kesulitan dalam melakukan pemadaman.
Peristiwa tersebut terjadi setelah kebakaran sebelumnya di kawasan yang sama sempat dinyatakan padam pada Senin (19/10/2026). Namun, titik api kembali muncul pada Rabu sore dengan kondisi kebakaran yang dilaporkan lebih besar dibandingkan kejadian sebelumnya.
Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sabarno, membenarkan kebakaran yang kembali terjadi di kawasan Gunung Pakuwojo tersebut.
“Itu kemarin sudah kebakar terus dipastikan padam kemarin (Senin). Ini malah sore ini kebakar lagi,” ungkapnya
Angin Kencang Hambat Pemadaman Kebakaran Gunung Pakuwojo
Upaya pemadaman kebakaran Gunung Pakuwojo menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi angin kencang, vegetasi yang mengering, serta medan pegunungan yang cukup terjal.
BPBD Wonosobo mengerahkan sekitar 50 personel untuk menangani kebakaran pada Rabu malam. Namun, kondisi di lapangan menyulitkan petugas untuk menjangkau seluruh titik api.
Sabarno menyebut intensitas kebakaran kali ini lebih besar dibandingkan kejadian sebelumnya. Angin yang bertiup cukup kencang juga menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pengendalian api.
“Malah lebih hebat dari yang kemarin. Ini masih sulit untuk memadamkan karena angin cukup kencang dan banyak yang kering di sana,” ungkapnya.
Selain kondisi cuaca, karakteristik kawasan Gunung Pakuwojo yang memiliki lereng curam turut menjadi tantangan bagi petugas.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan memprioritaskan titik-titik yang masih memungkinkan untuk dijangkau.
Petugas juga melakukan penyekatan untuk membatasi pergerakan api agar tidak semakin menjalar ke kawasan vegetasi lainnya.
“Di samping itu medannya cukup curam. Hanya menjangkau yang bisa dijangkau saja untuk penyekatan,” jelas Sabarno.
Luas Lahan Terbakar Belum Dapat Dipastikan
Kebakaran sebelumnya di Gunung Pakuwojo diperkirakan telah menghanguskan sekitar lima hingga tujuh hektare lahan. Namun, luas tambahan kawasan yang terbakar pada Rabu (21/10/2026) belum dapat dipastikan.
Kondisi tersebut membuat jumlah keseluruhan lahan terdampak masih memerlukan pendataan lebih lanjut.
Besarnya kobaran api juga menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di kawasan pegunungan yang memiliki fungsi penting bagi kelestarian lingkungan.
Vegetasi yang terbakar dapat mengakibatkan kerusakan habitat alami, mengurangi tutupan tumbuhan, serta meningkatkan kerentanan tanah terhadap erosi.
Sementara itu, penyebab munculnya kembali api di kawasan Gunung Pakuwojo belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
BPBD Wonosobo Ajak Masyarakat Cegah Kebakaran Gunung
Menyusul peristiwa kebakaran tersebut, BPBD Wonosobo mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian kawasan pegunungan dan hutan.
Melalui pesan bertajuk Darurat Kepedulian! Selamatkan Gunung Pakuwojo, Wonosobo!, masyarakat diingatkan bahwa keberadaan gunung tidak hanya menjadi daya tarik wisata alam, tetapi juga memiliki peran penting bagi keseimbangan ekosistem.
BPBD menekankan bahwa menjaga kelestarian kawasan gunung merupakan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan maupun pengunjung yang melakukan aktivitas di alam terbuka.
Sejumlah langkah pencegahan yang perlu diperhatikan masyarakat meliputi tidak membuang puntung rokok sembarangan, menghindari pembakaran sampah dan vegetasi di kawasan hutan, serta memastikan api unggun benar-benar padam setelah digunakan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap yang berpotensi menjadi kebakaran lebih besar.
Dukungan terhadap petugas dan relawan juga diperlukan dengan mematuhi arahan keselamatan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat menghambat penanganan kebakaran.
Kebakaran Gunung Pakuwojo menjadi pengingat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan pegunungan yang memiliki vegetasi kering dan sulit dijangkau.
Hingga Rabu malam, petugas masih berupaya mengendalikan kebakaran melalui pemadaman darat dan penyekatan titik api.
Masyarakat yang mengetahui adanya kebakaran atau kondisi darurat di wilayah Wonosobo dapat menghubungi layanan darurat 112 atau BPBD Wonosobo melalui WhatsApp 081311116976.









