Topik.id — Kementerian Agama (Kemenag) kembali menyiapkan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Madrasah 2026 yang akan berlangsung secara daring pada 5 hingga 9 Oktober 2026. Asesmen ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memetakan kemampuan guru dan tenaga kependidikan madrasah di berbagai wilayah Indonesia.
Pelaksanaan AKGTK tahun ini memiliki sejumlah ketentuan teknis yang perlu diperhatikan peserta. Salah satunya adalah pelaksanaan tanpa verifikasi titik lokasi atau geotagging, sehingga peserta dapat mengikuti asesmen dari lokasi masing-masing selama memenuhi persyaratan perangkat serta memiliki koneksi internet yang stabil.
AKGTK Madrasah 2026 Digelar Secara Daring
Penyelenggaraan AKGTK Madrasah 2026 mengacu pada Surat Edaran Nomor B-86/Dt.I.II/KP.02.09/2026 yang diterbitkan pada 15 September 2026. Melalui asesmen tersebut, Kemenag ingin memperoleh gambaran mengenai kompetensi guru dan tenaga kependidikan yang bertugas di lingkungan madrasah.
Peserta yang diwajibkan mengikuti asesmen meliputi guru madrasah, kepala madrasah, pengawas madrasah, tenaga perpustakaan, serta tenaga laboratorium. Mereka harus memiliki kualifikasi pendidikan minimal D4 atau S1 dan tercatat aktif dalam sistem EMISGTK.
Kebijakan tanpa geotagging menjadi salah satu perubahan teknis dalam pelaksanaan tahun ini. Peserta tidak harus berada di titik lokasi tertentu yang telah ditentukan selama dapat mengakses sistem ujian sesuai ketentuan.
Dengan model tersebut, kesiapan perangkat dan jaringan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum hari pelaksanaan. Peserta juga perlu memastikan akun yang digunakan untuk mengakses sistem telah tersedia dan dapat digunakan.
Madrasah Mulai Mematangkan Persiapan Peserta
Persiapan pelaksanaan AKGTK juga mulai dilakukan oleh Kantor Wilayah Kemenag di daerah. Salah satunya terlihat di Jambi setelah terbit Surat Edaran Kanwil Kemenag Jambi Nomor B-5025/Kw.05.2/PP.00/9/2026 pada 16 September 2026.
Edaran tersebut menjadi acuan bagi madrasah dalam mempersiapkan peserta, baik dari sisi administrasi maupun perangkat yang akan digunakan untuk mengikuti asesmen. Pihak madrasah juga diminta memastikan peserta yang memenuhi kriteria dapat mengikuti seluruh tahapan persiapan.
Kepala MTsN 1 Batang Hari Doni Parizal menyebut AKGTK menjadi momentum untuk memetakan kompetensi sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan.
Ia meminta GTK di lingkungan MTsN 1 Batang Hari yang memenuhi persyaratan untuk mempersiapkan diri sejak awal. Persiapan tersebut mencakup kelengkapan administrasi hingga kesiapan komputer atau laptop yang akan digunakan saat asesmen.
Uji Coba Login Peserta Dimulai 19 September
Sebelum memasuki pelaksanaan utama, peserta akan mengikuti tahap uji coba login pada 19 hingga 20 September 2026. Tahap ini menjadi kesempatan untuk memastikan kredensial peserta dapat digunakan dan sistem bisa diakses sebelum asesmen dimulai.
Nama pengguna dan kata sandi untuk mengikuti AKGTK dapat diperoleh mulai 19 September 2026. Informasi tersebut tersedia melalui menu Diklat – PKB – Akun AKGTK pada laman EMISGTK.
Peserta perlu menggunakan akun yang sesuai dengan data yang tercatat dalam sistem. Pemeriksaan lebih awal terhadap akses akun juga penting untuk mengurangi kendala teknis ketika pelaksanaan asesmen berlangsung.
Selain akun, peserta perlu menyiapkan perangkat sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. AKGTK 2026 menggunakan aplikasi Safe Exam Browser atau SEB sebagai sistem pengaman selama ujian berlangsung.
Aplikasi tersebut harus terpasang pada komputer atau laptop peserta. Perangkat yang digunakan setidaknya memiliki layar berukuran 11 inci. Sistem operasi yang dapat digunakan mencakup Windows 8, Windows 10, Windows 11, atau macOS.
Tiga Gelombang Ujian Setiap Hari
Pelaksanaan asesmen berlangsung selama lima hari, yakni 5-9 Oktober 2026. Dalam setiap harinya, sesi ujian dibagi menjadi tiga gelombang.
Sesi pertama dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB. Sementara itu, rangkaian sesi pada hari tersebut berlangsung hingga gelombang terakhir yang berakhir pada pukul 15.30 WIB.
Pembagian gelombang membuat peserta perlu memperhatikan jadwal masing-masing agar tidak keliru saat memasuki sistem ujian. Kesiapan perangkat, aplikasi SEB, akun, dan jaringan internet juga perlu dipastikan sebelum waktu sesi dimulai.
Karena asesmen dilaksanakan secara daring penuh, stabilitas koneksi menjadi salah satu faktor teknis yang perlu diperhitungkan peserta. Gangguan pada perangkat maupun jaringan berpotensi menghambat proses pengerjaan apabila tidak dipersiapkan sejak tahap uji coba.
Materi AKGTK Disesuaikan Dengan Tugas Peserta
Materi yang diberikan dalam AKGTK Madrasah 2026 disesuaikan dengan posisi dan tanggung jawab masing-masing peserta. Guru akan menjalani asesmen yang mencakup kompetensi pedagogik dan profesional.
Untuk kelompok guru, materi juga mencakup bidang mata pelajaran umum, rumpun Pendidikan Agama Islam atau PAI, serta bidang STEM. Dengan cakupan tersebut, asesmen diarahkan untuk melihat kompetensi yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas pembelajaran.
Sementara itu, kepala madrasah dan pengawas akan mendapatkan materi yang berbeda. Domain yang diujikan mencakup manajerial, kewirausahaan, supervisi akademis, serta evaluasi pendidikan.
Perbedaan materi tersebut disesuaikan dengan tanggung jawab yang melekat pada masing-masing jabatan. Dengan demikian, hasil asesmen diharapkan dapat memberikan gambaran kompetensi yang lebih relevan dengan tugas peserta.
Hasil AKGTK Menjadi Basis Program PKB
Hasil AKGTK Madrasah 2026 nantinya tidak hanya digunakan sebagai catatan pelaksanaan asesmen. Data yang diperoleh Kemenag akan menjadi salah satu basis dalam menyusun program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau PKB.
Melalui data kompetensi tersebut, pemetaan kebutuhan pengembangan guru dan tenaga kependidikan dapat dilakukan berdasarkan bidang masing-masing. Hasil asesmen juga diharapkan membantu Kemenag memperoleh gambaran mengenai kompetensi GTK madrasah secara lebih luas.
Karena itu, peserta tidak hanya perlu memperhatikan materi yang akan diujikan, tetapi juga memastikan seluruh tahapan teknis telah dipersiapkan. Mulai dari pengecekan akun, uji coba login, pemasangan Safe Exam Browser, kesiapan komputer atau laptop, hingga jaringan internet perlu dilakukan sebelum asesmen utama dimulai.
