TOPIK.ID — Nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu, 9 September 2026. Pergerakan mata uang Garuda menguat di tengah dinamika pasar global yang masih menunggu arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan perkembangan sejumlah mata uang utama.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah di pasar spot menguat 55 poin atau 0,31% menjadi Rp17.577 per dolar AS. Penguatan tersebut terjadi setelah pada perdagangan Selasa, 8 September 2026, rupiah ditutup naik tipis 8 poin atau 0,05% ke level Rp17.632 per dolar AS.
Kurs Dolar AS di BCA Hari Ini
Pergerakan rupiah di pasar spot turut menjadi acuan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam memantau kurs dolar AS di perbankan. Setiap bank menetapkan harga beli dan jual yang dapat berbeda, tergantung jenis transaksi dan layanan yang digunakan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.12 WIB menetapkan kurs dolar AS melalui e-rate dengan harga beli Rp17.532 dan harga jual Rp17.552.
Untuk transaksi melalui TT counter, BCA memasang kurs beli dolar AS sebesar Rp17.440 dan kurs jual Rp17.720. Sementara itu, kurs bank notes juga berada di level yang sama, yakni Rp17.440 untuk harga beli dan Rp17.720 untuk harga jual.
Perbedaan antara kurs e-rate dan TT counter tersebut perlu diperhatikan karena jenis transaksi dapat menentukan nilai tukar yang diterapkan oleh bank.
Kurs Dolar AS di Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatatkan sejumlah kurs dolar AS untuk berbagai jenis transaksi.
Pada special rate, Bank Mandiri menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.580 dan harga jual Rp17.610 per dolar AS.
Sementara untuk TT counter, kurs beli berada di Rp17.430 dan kurs jual Rp17.730 per dolar AS. Besaran yang sama juga diterapkan untuk transaksi melalui bank notes.
Kurs tersebut menunjukkan adanya selisih antara harga yang diterima bank ketika membeli dolar dan harga yang dikenakan kepada nasabah ketika menjual mata uang tersebut.
Kurs Dolar AS di BRI
Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menetapkan kurs dolar AS dengan harga beli Rp17.598 per dolar AS.
Adapun harga jual dolar AS di BRI tercatat sebesar Rp17.624 per dolar AS.
Dengan posisi tersebut, kurs BRI berada dalam kisaran yang relatif dekat dengan pergerakan rupiah di pasar spot pada pagi hari.
Bagi nasabah yang memiliki kebutuhan transaksi dalam dolar AS, perbedaan antara kurs beli dan kurs jual menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi nilai transaksi.
Kurs Dolar AS di BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menetapkan kurs dolar AS pada pukul 09.05 WIB melalui special rates. Harga beli tercatat Rp17.562, sedangkan harga jual berada di Rp17.592 per dolar AS.
Untuk TT counter, BNI memasang kurs beli Rp17.430 dan kurs jual Rp17.730 per dolar AS.
Sementara melalui bank notes, harga beli dolar AS ditetapkan sebesar Rp17.480 dan harga jual Rp17.780.
Rupiah Menguat, Pasar Tetap Waspada
Penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan belum serta-merta menghilangkan risiko volatilitas mata uang. Pasar masih mencermati pergerakan dolar AS, yen Jepang, harga minyak dunia, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Investor juga menunggu perkembangan kebijakan Federal Reserve. Ekspektasi pasar saat ini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan ini setelah data tenaga kerja non-pertanian AS menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan.
Dengan kondisi tersebut, kurs dolar AS di perbankan berpotensi mengalami perubahan sepanjang perdagangan. Masyarakat dan pelaku bisnis yang memiliki kebutuhan valuta asing perlu memperhatikan pembaruan kurs dari masing-masing bank sebelum melakukan transaksi.
Ikuti TOPIK.ID
