Topik.id — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat pertumbuhan kinerja yang sangat signifikan pada semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp33,67 miliar.
Realisasi tersebut melonjak 340% dibandingkan laba Rp7,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba berjalan seiring dengan lonjakan pendapatan neto yang mencapai Rp926,45 miliar, naik hampir 20 kali lipat dari Rp45 miliar pada semester I-2025.
Pendapatan INET Melonjak Hampir 20 Kali Lipat
Lonjakan pendapatan menjadi faktor utama yang mengerek kinerja INET sepanjang enam bulan pertama 2026. Kontribusi terbesar berasal dari bisnis penyedia alih daya yang mencatat pendapatan Rp782,86 miliar.
Pos pendapatan tersebut sebelumnya belum tercatat pada semester I-2025 sehingga memberikan tambahan kontribusi yang sangat besar terhadap kinerja top line perseroan.
Di sisi lain, bisnis penyedia layanan internet juga mengalami pertumbuhan. Pendapatan dari segmen tersebut mencapai Rp143,58 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kombinasi kedua sumber pendapatan tersebut membuat pertumbuhan top line INET jauh lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.
Beban Pokok Menekan Margin Laba Kotor
Meski pendapatan tumbuh agresif, peningkatan skala bisnis juga diikuti kenaikan beban pokok pendapatan. Pada semester I-2026, beban pokok pendapatan INET tercatat sebesar Rp804,34 miliar.
Kondisi tersebut membuat margin laba kotor perseroan menyusut menjadi sekitar 13%. Angka tersebut turun cukup jauh dibandingkan margin laba kotor sekitar 37% pada enam bulan pertama 2025.
Penurunan margin menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan investor karena menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi peningkatan efisiensi pada tingkat laba kotor.
Meski demikian, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tetap mampu tumbuh pesat berkat ekspansi pendapatan yang sangat besar.
Kas INET Membengkak Hampir 10 Kali Lipat
Dari sisi neraca, perubahan signifikan juga terlihat pada posisi kas perseroan. Per 30 Juni 2026, kas dan setara kas INET mencapai Rp4,33 triliun, melonjak 972% dibandingkan posisi Rp404,2 miliar pada akhir Desember 2025.
Penguatan likuiditas tersebut tidak terlepas dari aksi korporasi berupa rights issue serta penerbitan obligasi dan sukuk yang diterima perseroan pada kuartal I-2026.
Dengan tambahan dana tersebut, total aset INET pada akhir Juni 2026 meningkat menjadi Rp6,11 triliun dari Rp760,37 miliar pada akhir 2025.
Liabilitas Naik Seiring Ekspansi Bisnis
Pertumbuhan aset dan pendanaan eksternal juga diikuti peningkatan liabilitas. Total liabilitas INET mencapai Rp2,30 triliun per 30 Juni 2026, naik tajam dari Rp331,15 miliar pada akhir Desember 2025.
Dengan demikian, kinerja semester I-2026 memperlihatkan dua sisi yang perlu dicermati investor. Di satu sisi, pertumbuhan pendapatan dan laba meningkat drastis serta posisi kas menjadi jauh lebih kuat. Di sisi lain, ekspansi tersebut disertai kenaikan liabilitas dan penyusutan margin laba kotor.
Perkembangan kinerja pada semester berikutnya akan menjadi penting untuk melihat sejauh mana INET mampu mengubah ekspansi bisnis menjadi pertumbuhan laba yang berkelanjutan.
Ikuti Topik.id
