PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG mencatatkan peningkatan laba yang signifikan hingga September 2026. Di tengah persoalan kelebihan kapasitas industri semen dan kenaikan biaya energi, perseroan mampu memperbaiki kinerja melalui pertumbuhan penjualan, pengendalian biaya, serta penguatan pasar ekspor.
Dalam laporan kinerja sembilan bulan 2026, SIG membukukan volume penjualan 27,87 juta ton dengan pendapatan Rp27,67 triliun. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp532 miliar, meningkat 363% dibandingkan periode sebelumnya.
Penjualan Domestik dan Efisiensi Dongkrak Laba SIG
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari sejumlah langkah strategis perusahaan. SIG berupaya menjaga pasar dan pendapatan, meningkatkan keunggulan operasional, serta memperkuat pengelolaan keuangan untuk menghadapi tekanan industri.
Permintaan semen dalam negeri yang mulai pulih turut memberikan dorongan. Penjualan domestik SIG mencapai 22,27 juta ton atau tumbuh 4,2%. Dari sisi produk, penjualan semen kantong meningkat 4,6%, sementara semen curah bertambah 2,9%.
Pertumbuhan volume tersebut ikut mengangkat pendapatan perusahaan sebesar 9,3% secara tahunan menjadi Rp27,67 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan naik 6,1% secara tahunan, seiring peningkatan penjualan dan biaya energi.
SIG juga mencatat penurunan beban keuangan bersih sebesar 37%. Perkembangan tersebut mendukung kenaikan EBITDA sebesar 8,4% menjadi Rp3,56 triliun dengan margin yang relatif terjaga.
Indrieffouny menyebut program efisiensi operasional dan pengendalian biaya memberikan kontribusi terhadap peningkatan profitabilitas. Perusahaan akan melanjutkan langkah tersebut untuk menjaga kinerja di tengah kondisi industri yang masih menantang.
Proyek Infrastruktur dan Ekspor Jadi Peluang Pertumbuhan
SIG melihat peluang peningkatan permintaan semen seiring bertambahnya aktivitas konstruksi. Sejumlah program pemerintah diperkirakan menjadi sumber kebutuhan baru, antara lain pembangunan 3 juta rumah, infrastruktur nasional dan daerah, giant sea wall, serta investasi industri dan hilirisasi.
Permintaan dari sektor swasta juga menjadi perhatian, terutama pembangunan hunian bertingkat, kawasan komersial, dan pusat data. Untuk memanfaatkan peluang tersebut, SIG akan mempertahankan posisi di pasar domestik melalui pengelolaan pasar mikro dan penerapan disiplin harga.
Perusahaan juga berupaya memperluas pemasaran produk turunan yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi modern. Selain itu, pasar ekspor akan dimaksimalkan untuk membantu menyerap kelebihan kapasitas produksi sekaligus meningkatkan utilisasi pabrik.
Salah satu langkah yang telah berjalan adalah pengiriman semen ke Amerika Serikat. Sejak Juni 2026, SIG melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.
Penataan Anak Usaha dan Pengembangan Semen Hijau
Di luar penguatan pasar, SIG menjalankan streamlining dengan menata entitas usaha dalam grup. Kebijakan ini diarahkan untuk menyederhanakan model bisnis serta membentuk struktur organisasi yang lebih efektif dan efisien.
SIG juga memperluas penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang rendah emisi. Pengembangan material tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan, mulai dari rumah tinggal hingga proyek infrastruktur berskala nasional, dengan memperhatikan aspek lingkungan.









