Bisnis

Laba Temas (TMAS) Melonjak 125% Jadi Rp824,82 Miliar Hingga September 2026, Pendapatan Tumbuh 37%

Temas (TMAS) mencatat laba Rp824,82 miliar hingga September 2026, naik 125%. Pendapatan jasa meningkat, sementara aset dan liabilitas bertambah.

Laba Temas (TMAS) Melonjak 125% Jadi Rp824,82 Miliar Hingga September 2026, Pendapatan Tumbuh 37%
Foto: Dok. TMAS

PT Temas Tbk (TMAS) mencatat pertumbuhan laba yang signifikan selama sembilan bulan pertama 2026. Emiten di sektor pelayaran tersebut membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp824,82 miliar hingga 30 September 2026.

Pencapaian itu meningkat 125% dibandingkan Rp365,46 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba sejalan dengan pertumbuhan pendapatan jasa yang lebih tinggi daripada peningkatan beban jasa, sehingga mendorong perbaikan laba bruto perusahaan.

Pendapatan Jasa TMAS Tumbuh 37%

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan jasa Temas mencapai Rp4,38 triliun per akhir September 2026. Angka tersebut naik 37% dibandingkan Rp3,19 triliun pada periode Januari hingga September 2025.

Sementara itu, beban jasa meningkat lebih terkendali, yakni sebesar 23%, dari Rp2,62 triliun menjadi Rp3,23 triliun. Selisih pertumbuhan antara pendapatan dan beban tersebut turut memperkuat profitabilitas perseroan.

Laba bruto TMAS pun melonjak 101% menjadi Rp1,14 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bruto perusahaan tercatat sebesar Rp567,83 miliar.

Peningkatan laba bruto menjadi salah satu faktor yang mendukung lonjakan laba bersih perusahaan. Kinerja tersebut juga tercermin pada laba per saham yang meningkat menjadi Rp14 hingga akhir September 2026, dibandingkan Rp6 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Aset Temas Naik Menjadi Rp6,63 Triliun

Selain membukukan pertumbuhan laba, Temas mencatat peningkatan total aset sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Per 30 September 2026, total aset perseroan mencapai Rp6,63 triliun, naik dari Rp5,29 triliun pada 31 Desember 2025.

Manajemen menjelaskan, pertumbuhan aset terutama dipengaruhi pembayaran uang muka pembelian aset tetap senilai Rp917,2 miliar selama 2026. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan sebagai uang muka untuk pembelian kapal dari pihak ketiga.

Pengadaan kapal menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas usaha perusahaan pelayaran. Namun, pembayaran uang muka tersebut belum berarti seluruh aset kapal telah diterima atau dioperasikan pada periode pelaporan.

Liabilitas Bertambah Seiring Belanja Modal

Di sisi pendanaan, total liabilitas Temas meningkat dari Rp2,13 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp2,83 triliun per September 2026.

Menurut manajemen, kenaikan tersebut terutama berasal dari penarikan pinjaman jangka panjang sebesar Rp929,16 miliar sepanjang tahun berjalan. Pinjaman itu digunakan untuk mendukung peningkatan belanja modal perusahaan.

Pertambahan aset dan liabilitas menunjukkan adanya aktivitas investasi serta pendanaan yang lebih besar selama 2026. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kemampuan perusahaan memanfaatkan aset baru untuk mendukung operasional dan menghasilkan pendapatan.

Dengan laba yang meningkat tajam serta ekspansi aset melalui rencana pengadaan kapal, kinerja Temas hingga September 2026 memperlihatkan penguatan dari sisi operasional. Meski demikian, perkembangan beban pendanaan dan efektivitas belanja modal tetap menjadi aspek yang perlu dicermati pada periode berikutnya.