— Pemerintah menyiapkan strategi khusus untuk mendongkrak laju perekonomian nasional agar mampu menyentuh level 6% pada tahun 2027 mendatang. Salah satu langkah yang disiapkan adalah dengan meniru model perekonomian di berbagai daerah yang terbukti mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata nasional.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo menjelaskan bahwa wilayah-wilayah yang memiliki fondasi industri pengolahan kuat menunjukkan performa ekonomi yang gemilang. Selain itu, optimalisasi sektor pertanian di daerah seperti Kabupaten Sidenreng Rappang di Sulawesi Selatan juga menjadi contoh sukses dalam mendongkrak perekonomian lokal.

“Insyaallah kalau ini bisa kita replikasi, target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6% bisa dicapai,” ucap Dradjad kepada awak media dalam konferensi pers di kantor Badan Pusat Statistik, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Tidak hanya berhenti pada target jangka menengah tersebut, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan potensi setiap wilayah guna mengamankan target jangka panjang pertumbuhan di angka 8%. Seluruh sumber pertumbuhan ekonomi di daerah kini tengah dicermati secara seksama oleh pemerintah.

“Kalau momentumnya bisa kita bangun, insyaallah target presiden untuk pertumbuhan 8% itu sesuatu yang aman sangat bisa dicapai. Nanti kami akan koordinasi lebih rinci lagi,” terang Dradjad.

Selain mengandalkan potensi lokal, akselerasi pertumbuhan ekonomi ini juga akan ditopang oleh penguatan kinerja ekspor. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar langkah tersebut berjalan selaras. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Badan Pusat Statistik pun sepakat untuk mempererat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Jadi rencananya saya dan Kepala BPS, akan keluyuran ke K/L terkait untuk kita sharing data, kemudian untuk kita bagaimana bisa memperbaiki pencatatan data supaya semuanya bisa tertangkap oleh BPS,” tutur Dradjad.

Puluhan Kabupaten Catat Pertumbuhan Tinggi

Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan bahwa sepanjang semester I-2026 terdapat 99 kabupaten dan kota di Tanah Air yang sukses mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi melampaui 6%. Pencapaian nasional tersebut pada dasarnya merupakan akumulasi dari kinerja ekonomi di tingkat kabupaten dan kota.

“Kami tunjukkan ada yang sudah tumbuh di atas bahkan di atas 8%. Ada Kendal karena dia memang ditopang oleh industri manufakturnya yang bergerak. Kemudian ada Batang yang juga tumbuh di atas 8% karena ada KEK Batang, bahkan ada Gorontalo dan juga yang bisa tumbuh di atas rata-rata ekonomi nasional,” terang Amalia.

Lebih lanjut, Amalia, mencontohkan keberhasilan Kabupaten Sidenreng Rappang dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui sektor pertanian. Optimalisasi produktivitas petani serta masuknya arus investasi turut memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan wilayah tersebut.

“Kabupaten Sidrap bisa tumbuh dekat di 7% karena dia meningkatkan produktivitas sektor petani. Dia juga mendorong investasi masuk, membuat industri porang di situ dan ekonomi bisa tumbuh,” kata Amalia.