— Kondisi atmosfer Indonesia saat ini cenderung kering akibat fenomena El Niño kategori sangat kuat yang terjadi bersamaan dengan musim kemarau. Situasi ini memicu minimnya tutupan awan serta peningkatan suhu permukaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk mencatat sejumlah wilayah mengalami Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem atau lebih dari 60 hari berturut-turut, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur tetap harus diwaspadai.

Setiyaris selaku Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk menjelaskan bahwa dalam tiga hari ke depan terdapat gangguan atmosfer berupa gelombang Kelvin. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas konveksi serta pertumbuhan awan di beberapa kawasan yang pada situasi tertentu dapat berkembang menjadi hujan dengan skala lokal.

”Musim kemarau itu tetep ada potensi turun hujan jika terjadi adanya gangguan cuaca seperti gangguan atmosfer, hanya saja intensistasnya tidak sederas di musim penghujan,” jelas Setiyaris.

Potensi hujan ini tidak akan merata di seluruh wilayah Jawa Timur. Sebagian daerah mungkin mendapati turunnya hujan, sementara kawasan lain hanya akan menyaksikan peningkatan tutupan awan tanpa dibarengi curah hujan.

Sementara itu, wilayah Madiun Raya pada tanggal 18 hingga 20 September 2026 diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan. Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan lokal yang dapat turun di Ngawi serta Magetan pada sore hingga malam hari.

Pada pagi hari, cuaca terpantau cerah berawan dengan kisaran suhu 21 hingga 28 derajat Celsius. Udara pagi terasa cukup dingin dan kering, khususnya di kawasan dataran tinggi Magetan dan Ponorogo. Memasuki siang hari, cuaca berubah cerah berawan hingga berawan dengan suhu maksimum mencapai 34 sampai 36 derajat Celsius, yang utamanya dirasakan di dataran rendah Madiun dan Ngawi. Adapun pada malam hingga dini hari, cuaca kembali cerah berawan dan berawan dengan penurunan suhu hingga 19 sampai 23 derajat Celsius serta udara yang terasa dingin dan kering di dataran tinggi.