Topik.id — Penggunaan QRIS terus meluas seiring perubahan kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembayaran. Standar pembayaran berbasis kode QR tersebut kini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari membeli makanan, berbelanja, membayar transportasi, hingga menikmati sejumlah layanan.
Pertumbuhan tersebut turut membuat aspek keamanan menjadi perhatian yang semakin penting. Bank Indonesia (BI), penyedia jasa pembayaran, merchant, dan masyarakat sebagai pengguna dinilai memiliki peran untuk memastikan transaksi digital berlangsung aman serta tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ekosistem QRIS Terus Mengalami Perluasan
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Fitria Irmi Triswati, mengatakan pengembangan QRIS tidak semata-mata diarahkan untuk memberikan kemudahan pembayaran.
Menurutnya, sistem tersebut dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif, efisien, aman, dan terintegrasi. Pernyataan itu disampaikan Fitria di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Data BI menunjukkan jumlah pengguna QRIS saat ini berada di kisaran 67-68 juta. Sementara itu, jumlah merchant yang menerima pembayaran melalui QRIS telah mencapai sekitar 45 juta.
Sebagian besar merchant tersebut merupakan pelaku UMKM. Sekitar 96 persen merchant QRIS berasal dari sektor UMKM, dengan sekitar 70 persen di antaranya masuk kategori usaha mikro.
Besarnya jumlah pengguna dan merchant membuat QRIS tidak lagi terbatas pada transaksi bernilai kecil. Penggunaannya semakin masuk ke berbagai kebutuhan masyarakat, baik secara online maupun offline.
Keamanan Transaksi Membutuhkan Peran Pengguna
CEO & Editor in Chief Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, menilai teknologi keamanan tetap membutuhkan kesadaran dari pengguna. Menurut dia, masyarakat perlu memahami berbagai risiko yang dapat muncul ketika melakukan transaksi digital.
Ia mengingatkan pengguna agar berhati-hati ketika menerima telepon maupun pesan yang mengatasnamakan penyedia layanan pembayaran, khususnya apabila pihak tersebut meminta informasi terkait akun atau transaksi.
Sementara itu, Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari atau yang akrab disapa Mbak Lala, mengatakan edukasi keamanan juga diberikan kepada pengguna dan merchant. Kegiatan tersebut dilakukan bersama kantor perwakilan di daerah, pelaku UMKM, hingga lingkungan kampus.
Dari sisi sistem, ShopeePay juga menerapkan verifikasi tambahan ketika pengguna mengganti perangkat. Mekanisme tersebut menjadi lapisan pengamanan untuk memastikan akses akun dilakukan oleh pihak yang berhak.
QRIS Digunakan untuk Beragam Kebutuhan
Perluasan penggunaan QRIS turut terlihat dari semakin beragamnya jenis transaksi yang memanfaatkan layanan tersebut. QRIS kini digunakan pada sektor retail, transportasi, layanan, serta berbagai transaksi online dan offline.
Mbak Lala menyebut nilai transaksi melalui QRIS juga semakin beragam. Pembayaran tidak lagi hanya berkaitan dengan makanan atau jajanan, tetapi mulai mencakup tiket dan layanan lainnya.
Content creator asal Cirebon, Mursid, menjadi salah satu pengguna yang memanfaatkan QRIS untuk aktivitas sehari-hari, termasuk ketika membeli makanan maupun berbelanja di minimarket.
Dengan jumlah pengguna yang telah mencapai puluhan juta, keamanan kini menjadi bagian penting dalam perkembangan QRIS. Literasi masyarakat, perlindungan konsumen, dan penguatan sistem perlu berjalan beriringan agar kemudahan pembayaran digital tetap diikuti dengan kewaspadaan dalam setiap transaksi.
