Sepakbola

Rio Ferdinand Kritik Manchester United Usai Dibantai Como 1-4, Sebut Serangan MU Tumpul dan Tak Percaya Diri

Rio Ferdinand melontarkan kritik tajam kepada Manchester United setelah kalah 1-4 dari Como di Liga Champions dan gagal menang dalam tujuh laga.

Rio Ferdinand Kritik Manchester United Usai Dibantai Como 1-4, Sebut Serangan MU Tumpul dan Tak Percaya Diri
Foto: AFP/PIERO CRUCIATTI

Manchester United mendapat sorotan tajam dari mantan bek mereka, Rio Ferdinand, setelah menelan kekalahan telak dari Como di Liga Champions. Ferdinand menilai Setan Merah tampil tanpa daya gedor dan kehilangan kepercayaan diri saat menghadapi tim asuhan Cesc Fabregas tersebut.

MU takluk 1-4 ketika bertandang ke Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Kamis (22/10/2026) dini hari WIB. Setelah kebobolan pada menit kedua, tim besutan Michael Carrick itu kembali kemasukan tiga gol sebelum Joshua Zirkzee mencetak gol hiburan pada masa injury time.

Ferdinand Soroti Permainan MU yang Kehilangan Arah

Kekalahan dari Como semakin memperpanjang periode sulit Manchester United. Mereka tercatat tidak meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, dengan hasil tiga kali imbang dan empat kekalahan.

Situasi tersebut membuat Ferdinand melontarkan kritik keras melalui akun media sosialnya. Ia menilai permainan Como justru membuat Manchester United terlihat tidak pantas tampil di kompetisi elite Eropa.

“Como-nya Cesc Fabregas membuat kami terlihat seperti tim yang masuk ke Liga Champions lewat menang undian,” tulis Ferdinand.

Menurut mantan pemain tim nasional Inggris itu, MU kesulitan membangun serangan dan tidak mampu memberikan tekanan yang memadai kepada lawan. Ia juga menyoroti minimnya pergerakan pemain serta tidak jelasnya pola permainan ketika tim menguasai bola.

Ferdinand bahkan menggambarkan dominasi Como seolah-olah mereka memiliki jumlah pemain lebih banyak di lapangan. Pernyataan tersebut menjadi gambaran kekecewaannya terhadap performa MU sepanjang pertandingan.

Serangan Tumpul dan Tekanan MU Tak Berjalan

Ferdinand menilai persoalan Manchester United bukan sekadar jumlah gol yang bersarang di gawang mereka. Ia juga melihat tim tersebut gagal menunjukkan intensitas permainan yang dibutuhkan untuk menghadapi Como.

“Serangan kami ompong. Tidak ada kekuatan berlari di tim. Ketidakmampuan untuk menekan Como. Tidak ada pola dalam penguasaan bola,” ujarnya.

Komentar itu menyoroti sejumlah aspek yang dianggap menjadi kelemahan MU dalam pertandingan tersebut. Serangan yang kurang efektif membuat mereka kesulitan memberikan ancaman berarti, sedangkan tekanan terhadap pemain Como dinilai tidak berjalan sesuai harapan.

Di sisi lain, Como mampu memperlihatkan permainan yang lebih terorganisasi. Tim tuan rumah dinilai bisa menjalankan strategi dengan baik, baik ketika menguasai bola maupun saat harus bertahan.

Cesc Fabregas Dapat Pujian dari Ferdinand

Di tengah kritik terhadap Manchester United, Ferdinand memberikan apresiasi kepada Cesc Fabregas atas perkembangan Como. Ia menilai para pemain klub Italia itu memahami peran masing-masing dan mampu menerapkan gagasan pelatih di lapangan.

Ferdinand juga menyoroti keberanian pemain Como dalam mengalirkan bola meski berada di bawah tekanan lawan. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kepercayaan antarpemain sekaligus pemahaman terhadap sistem permainan yang diterapkan Fabregas.

“Kredit untuk Cesc dan cara dia membangun tim ini dan kemudian Anda melihat cara dia menerapkan gagasannya ke tim ini,” tulis Ferdinand.

Ia menambahkan bahwa para pemain Como mampu menjalankan tugas dengan baik, baik saat memegang bola maupun ketika tidak menguasainya.

Meski memuji lawan, Ferdinand menegaskan bahwa keunggulan Como tidak bisa dijadikan alasan untuk membenarkan penampilan MU. Ia menilai timnya sendiri tampil buruk dan saat ini terlihat kehilangan kepercayaan diri.

Hasil 1-4 tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi Michael Carrick. Manchester United perlu mengevaluasi permainan mereka, terutama efektivitas serangan, tekanan terhadap lawan, dan konsistensi penampilan, setelah rentetan hasil negatif yang belum terputus.