Saham

Target Harga Saham BRMS Dipangkas KB Valbury Jadi Rp 580, Rekomendasi Beli Tetap Dipertahankan

KB Valbury memangkas target harga saham BRMS menjadi Rp 580, tetapi tetap merekomendasikan beli berkat prospek ekspansi produksi emas.

Target Harga Saham BRMS Dipangkas KB Valbury Jadi Rp 580, Rekomendasi Beli Tetap Dipertahankan
Foto: Dok. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)

KB Valbury Sekuritas menurunkan target harga saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dari sebelumnya Rp 750 menjadi Rp 580. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah perusahaan sekuritas itu merevisi perkiraan laba bersih BRMS untuk tahun buku 2026.

Meski target harga dipangkas, pandangan KB Valbury terhadap saham BRMS masih positif. Analisnya, Ashalia Fitri Yuliana, tetap memberikan rekomendasi beli dengan mempertimbangkan sejumlah peluang pertumbuhan operasional, mulai dari peningkatan kualitas bijih emas hingga pengembangan tambang bawah tanah.

Proyeksi Laba 2026 Menjadi Pertimbangan Pemangkasan Target

Dalam riset yang dikutip pada Minggu (1/11/2026), Ashalia menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang dapat mendukung perkembangan bisnis BRMS. Ketiganya meliputi kenaikan kadar emas dalam bijih, perluasan kapasitas fasilitas pengolahan, serta rencana dimulainya produksi dari tambang bawah tanah pada semester II-2027.

Menurut dia, ketiga katalis tersebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. Prospek itu tetap diperhitungkan meskipun KB Valbury melakukan penyesuaian terhadap target harga saham dan estimasi keuntungan perseroan pada 2026.

Pemangkasan proyeksi dilakukan setelah realisasi laba kumulatif BRMS belum mencapai perkiraan sebelumnya. KB Valbury kini memperkirakan perusahaan membukukan laba bersih US$ 48,6 juta sepanjang 2026.

Pendapatan BRMS Melonjak pada Kuartal III-2026

Dari sisi operasional, BRMS justru memperlihatkan perbaikan cukup besar pada kuartal III-2026. Perseroan mencatatkan pendapatan US$ 71,8 juta, meningkat 172,8% dibandingkan kuartal II-2026.

Kenaikan tersebut terutama berasal dari penjualan emas yang tumbuh 165,8% secara kuartalan. Selain volume penjualan, kualitas bijih yang diolah juga mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi terhadap hasil produksi.

Kadar emas dalam bijih atau ore grade tercatat mencapai 1,94 gram per ton. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian kuartal sebelumnya yang berada di level 0,9 gram per ton.

Perbaikan kinerja tersebut turut mengubah posisi keuangan perusahaan. BRMS berhasil membukukan laba bersih US$ 11 juta pada kuartal III-2026, berbalik dari kerugian US$ 4,6 juta yang dicatatkan pada kuartal II-2026.

Laba Sembilan Bulan Masih Mengalami Penurunan

Walaupun hasil kuartal ketiga menunjukkan pemulihan, kinerja BRMS secara keseluruhan selama sembilan bulan pertama 2026 masih menghadapi tekanan. Laba bersih perseroan tercatat US$ 23,9 juta, turun 36,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ashalia menyebut capaian tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi. Kondisi inilah yang menjadi salah satu pertimbangan dalam revisi perkiraan laba tahun berjalan oleh KB Valbury Sekuritas.

Laba 2027 Diperkirakan Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat

Untuk tahun depan, KB Valbury melihat peluang pertumbuhan yang lebih besar. Laba bersih BRMS diperkirakan mencapai US$ 97 juta pada 2027, atau meningkat 95,2% secara tahunan.

Proyeksi tersebut ditopang oleh perluasan fasilitas pengolahan emas dan pengembangan aktivitas penambangan bawah tanah. Jika rencana ekspansi berjalan sesuai perkiraan, kedua proyek tersebut dapat memperkuat kapasitas produksi serta mendukung peningkatan kinerja keuangan BRMS.

Dengan demikian, rekomendasi beli tetap dipertahankan meskipun target harga saham telah diturunkan menjadi Rp 580.