Agus Projosasmito membeli 5,5 juta saham Bumi Resources Minerals (BRMS) pada Kamis (22/10/2026), menjelang rencana perseroan mengumumkan kinerja keuangan dan produksi kuartal III-2026 pekan depan. Agus merupakan direktur utama sekaligus chief executive officer (CEO) BRMS.
Manajemen BRMS menyebut pembelian itu dilakukan dalam dua transaksi. Agus membeli 2,2 juta saham dengan harga Rp 446 per saham dan 3,3 juta saham lainnya seharga Rp 448 per saham.
| Tanggal | Jumlah saham | Harga per saham |
|---|---|---|
| 22 Oktober 2026 | 2,2 juta | Rp 446 |
| 22 Oktober 2026 | 3,3 juta | Rp 448 |
Transaksi tersebut menambah akumulasi saham BRMS oleh jajaran direksi. Dalam 18 bulan terakhir, enam dari delapan direktur perseroan, termasuk Agus, telah mengakumulasi hampir 13 juta saham. Menurut manajemen, pembelian oleh para direktur mencerminkan keyakinan mereka terhadap prospek pertumbuhan kinerja perusahaan.
Agus juga tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan The Real Time Billionaires List Forbes per 22 Oktober 2026, ia berada di peringkat ke-22 dengan kekayaan bersih US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 44,9 triliun.
BRMS menargetkan produksi dan laba meningkat
BRMS berencana menerbitkan laporan keuangan dan kinerja produksi kuartal III-2026 pada pekan depan. Perseroan memperkirakan produksi emas dan pendapatan meningkat cukup signifikan dibandingkan kuartal II-2026, serta menargetkan kembali mencatat laba bersih setelah merugi pada kuartal sebelumnya.
Proyeksi tersebut menyusul rampungnya kegiatan pengupasan lanjutan (pushback) di tambang emas terbuka Palu pada akhir Juli 2026. Setelah pekerjaan selesai, BRMS mulai menambang bijih berkadar emas lebih tinggi dari lokasi tersebut.
Selain menggenjot produksi jangka pendek, BRMS mengembangkan tambang emas bawah tanah di Palu dan menyiapkan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan. Berikut sejumlah rencana yang disampaikan manajemen:
| Rencana | Target atau keterangan |
|---|---|
| Penambangan bawah tanah di Palu | Penambangan bijih berkadar emas di atas 3,2 gram per ton (g/t) ditargetkan mulai pertengahan 2027. |
| Peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas | Dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari, dengan operasi kapasitas baru ditargetkan mulai awal 2027. |
Manajemen meyakini berbagai pengembangan tersebut dapat mendorong kenaikan produksi emas dan memperbaiki kinerja keuangan pada semester II-2026, sepanjang 2027, hingga 2028.









