— Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun menjadi perhatian setelah informasinya beredar di media sosial. Peristiwa tersebut disebut berlangsung di wilayah Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 16 September 2026.

Informasi yang beredar menyebut korban awalnya dihampiri seorang pria yang berpura-pura menanyakan alamat. Pria tersebut kemudian mengajak korban berboncengan menggunakan sepeda motor. Polisi telah menerima laporan dari keluarga korban dan kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas terlapor.

Polisi Terima Laporan Dari Keluarga Korban

Kasatres PPA dan PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri membenarkan bahwa pihak keluarga korban telah membuat laporan kepada kepolisian. Laporan tersebut dibuat sehari sebelum informasi mengenai kasus itu ramai beredar di media sosial.

Silfi mengatakan perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi juga tengah mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk mengetahui rangkaian kejadian serta mengidentifikasi orang yang dilaporkan.

“Baru buat LP (laporan polisi) kemarin, iya (masih diselidiki),” kata Silfi saat dikonfirmasi.

Kepolisian belum menyampaikan identitas terduga pelaku karena proses penyelidikan masih berlangsung. Status seseorang sebagai terduga juga perlu dibedakan dari kesimpulan hukum mengenai perkara tersebut.

Korban Disebut Diajak Berboncengan

Berdasarkan narasi yang beredar, kejadian bermula ketika korban berada di sekitar wilayah Cibungbulang. Seorang pria kemudian disebut menghampiri korban dengan alasan ingin menanyakan alamat.

Pria tersebut selanjutnya mengajak korban naik sepeda motor. Dalam perjalanan, korban diduga mengalami tindakan pelecehan seksual.

Narasi yang beredar juga menyebut korban kemudian dibawa ke lokasi yang lebih sepi. Di tempat tersebut, korban diduga kembali mengalami tindakan seksual.

Informasi mengenai kejadian tersebut antara lain disertai rekaman kamera pengawas yang disebut memperlihatkan korban dan pria yang diduga sebagai pelaku sedang berboncengan sepeda motor.

Namun, detail mengenai seluruh rangkaian kejadian masih harus diverifikasi melalui proses penyelidikan kepolisian.

Identitas Terlapor Masih Dicari

Salah satu kendala dalam penanganan perkara tersebut adalah korban disebut tidak mengenal orang yang dilaporkan. Kondisi itu membuat polisi perlu melakukan identifikasi berdasarkan informasi dan petunjuk yang tersedia.

Silfi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap terlapor. Polisi juga masih berupaya mengetahui siapa pria yang disebut berada bersama korban sebelum dan saat kejadian.

“Kan dianya (korban) juga nggak tahu terlapornya siapa, makanya masih dalam lidik terlapornya. Iya (masih diidentifikasi pelakunya),” ujar Silfi.

Tahap penyelidikan diperlukan untuk mengumpulkan keterangan dan bukti yang dapat membantu kepolisian menentukan langkah berikutnya dalam perkara tersebut.

Polisi Masih Mendalami Rangkaian Kejadian

Dengan laporan yang telah dibuat keluarga, kepolisian kini memiliki dasar untuk menelusuri dugaan tindak pidana yang dilaporkan. Proses tersebut dapat mencakup pengumpulan keterangan dari korban dan pihak terkait serta pemeriksaan terhadap petunjuk yang tersedia.

Rekaman kamera pengawas yang beredar juga dapat menjadi salah satu informasi yang perlu didalami apabila memang berkaitan dengan kejadian yang dilaporkan.

Hingga saat ini, polisi belum mengungkap identitas terlapor maupun memberikan keterangan lebih jauh mengenai dugaan motif. Penanganan perkara masih berjalan dan kepolisian masih berfokus pada proses identifikasi serta pengumpulan bukti.

Karena korban masih berusia anak, informasi pribadi yang dapat mengarah pada identitas korban perlu dijaga. Perkembangan perkara selanjutnya akan bergantung pada hasil penyelidikan Polres Bogor.