— Video sejumlah buruh yang terlihat menginjak-injak beras dan beredar luas di media sosial mendapat klarifikasi dari Perum Bulog Kantor Wilayah Papua. Bulog memastikan kejadian dalam rekaman tersebut tidak berlangsung di area gudang penyimpanan milik mereka.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari menjelaskan, video itu direkam ketika proses pembongkaran muatan beras dari kapal kargo KM Sinai di Pelabuhan Jayapura. Beras yang tampak dalam rekaman merupakan beras sweeping, yakni beras yang tercecer atau keluar dari karung selama aktivitas bongkar muat.

Video Buruh Bukan Direkam di Gudang Bulog

Ahmad Mustari menegaskan lokasi kejadian dalam video berada di dalam KM Sinai, bukan gudang Bulog Papua. Aktivitas tersebut berlangsung ketika proses bongkar muat beras yang dikirim menuju Jayapura.

Menurutnya, beras dalam pengiriman tersebut merupakan beras movnas atau beras yang dikirim dari DKI Jakarta. Total muatan yang diperuntukkan bagi Jayapura mencapai sekitar 2.900 ton.

Beras yang tercecer selama proses pembongkaran tidak otomatis diterima dan disimpan di gudang Bulog. Komoditas tersebut terlebih dahulu dipisahkan untuk menentukan kondisi dan kelayakannya.

Bulog akan menerima beras yang masih memenuhi persyaratan. Sementara beras yang rusak atau tidak sesuai ketentuan akan dipisahkan dan menjadi tanggung jawab pihak pelaksana bongkar muat.

Bulog Lakukan Pemeriksaan Sebelum Beras Diterima

Ahmad Mustari memastikan setiap beras yang masuk ke gudang Bulog melewati proses pengendalian mutu. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas yang diterima sesuai standar sebelum nantinya digunakan untuk kebutuhan masyarakat.

Dengan mekanisme tersebut, beras yang dinilai tidak layak tidak akan dimasukkan ke gudang Bulog. Klarifikasi ini sekaligus menjelaskan bahwa beras yang terlihat tercecer dalam video belum tentu menjadi bagian dari stok yang diterima dan disimpan Bulog.

Proses bongkar muat di Pelabuhan Jayapura sendiri menjadi tanggung jawab Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Pelindo Jayapura. Bulog kemudian akan berkoordinasi dengan Pelindo terkait kejadian yang terekam dalam video tersebut.

Bulog meminta pengawasan terhadap pekerja diperketat agar tindakan serupa tidak kembali terjadi selama proses penanganan komoditas pangan.

Pelindo Sebut Beras yang Diinjak Merupakan Sisa Bongkar Muat

General Manager Pelindo Regional 4 Jayapura Ramdan Kyai Demak turut memberikan penjelasan mengenai rekaman tersebut. Ia mengatakan aktivitas bongkar muat sebenarnya telah selesai ketika para buruh melakukan pembersihan beras yang tercecer di dalam kapal.

Beras yang dikirim ke Jayapura dikemas menggunakan karung, bukan dalam bentuk curah. Menurut Ramdan, beras yang terlihat dalam video merupakan bagian yang keluar dari karung akibat kebocoran selama proses pengiriman dan bongkar muat.

Berdasarkan koordinasi dengan pekerja, aksi yang terekam dalam video disebut berlangsung secara spontan setelah mereka menyelesaikan pekerjaan yang telah berlangsung hampir dua pekan.

Meski demikian, Pelindo menyayangkan tindakan tersebut karena beras merupakan komoditas pangan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Ada Ratusan Karung Beras Sweeping

Data Pelindo mencatat pengiriman beras tersebut dilakukan secara bertahap. Sekitar 1.500 ton dibongkar di Sorong, sedangkan sekitar 2.900 ton lainnya diturunkan di Jayapura.

Dalam proses bongkar muat di Jayapura, tercatat sekitar 465 karung beras sweeping dengan berat rata-rata sekitar 30 kilogram per karung.

Sementara itu, beras yang telah selesai dibongkar dan diserahkan kepada Bulog di Jayapura mencapai sekitar 58.000 karung dari total muatan sekitar 2.900 ton.

Beras sweeping tersebut akan dipisahkan dari beras yang diterima Bulog dan dibuatkan berita acara tersendiri sebagai bagian dari pertanggungjawaban kegiatan bongkar muat.

Pelindo Akan Panggil Buruh yang Terlibat

Pelindo Regional 4 Jayapura menyatakan akan melakukan pembinaan terhadap para pekerja yang berada dalam video tersebut. Sekitar 15 buruh disebut bertugas melakukan pembersihan sisa beras di kapal.

Ramdan mengatakan para pekerja akan dipanggil untuk diberikan pembinaan agar tindakan serupa tidak kembali terjadi. Pelindo juga akan mengevaluasi proses penanganan sisa komoditas setelah kegiatan bongkar muat selesai.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kembali kejadian yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Pengawasan terhadap proses bongkar muat komoditas pangan juga akan diperkuat.

Bulog dan Pelindo sama-sama menekankan pentingnya penanganan beras secara tepat, mulai dari proses pembongkaran hingga pemeriksaan sebelum komoditas diterima dan masuk dalam rantai distribusi.