PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), emiten kawasan industri Grup Sinar Mas, membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan usaha perseroan mencapai Rp 2,65 triliun, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 779,58 miliar.
Lonjakan pendapatan tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih perusahaan hingga 184 persen. Di tengah kinerja positif itu, DMAS juga mengumumkan pembagian dividen interim senilai Rp 1,39 triliun atau setara Rp 29 per saham, yang berpotensi menarik perhatian investor.
Pendapatan DMAS Melonjak Berkat Penjualan Lahan Industri
Direktur DMAS, Tondy Suwanto, mengatakan pendapatan perusahaan selama Januari hingga September 2026 meningkat hampir 3,4 kali lipat dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu.
“Telah terjadi kenaikan signifikan sebesar hampir 3,4 kali lipat dari periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Tondy dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (21/10/2026).
Segmen industri menjadi penopang utama kinerja pendapatan perseroan. Kontribusinya mencapai Rp 2,54 triliun atau sekitar 96 persen dari total pendapatan usaha selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Menurut Tondy, sebagian besar pemasukan tersebut berasal dari transaksi penjualan lahan industri, terutama kepada perusahaan yang bergerak di sektor pusat data atau data center.
Permintaan lahan untuk kebutuhan pengembangan pusat data menjadi salah satu faktor penting di balik peningkatan pendapatan DMAS. Kontribusi besar segmen industri juga menunjukkan bahwa aktivitas penjualan lahan masih menjadi penggerak utama bisnis perusahaan.
Laba Bersih DMAS Tumbuh 184 Persen
Sejalan dengan peningkatan pendapatan, DMAS mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,49 triliun hingga akhir September 2026. Angka tersebut meningkat 184 persen dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 525 miliar.
Perseroan juga membukukan margin laba bersih sebesar 56 persen. Capaian ini mencerminkan tingginya kontribusi laba terhadap pendapatan perusahaan selama periode pelaporan.
Kinerja tersebut menjadi perkembangan positif bagi DMAS di tengah meningkatnya kebutuhan lahan untuk aktivitas industri dan pembangunan infrastruktur digital.
DMAS Bagikan Dividen Interim Rp 1,39 Triliun
Selain melaporkan pertumbuhan keuangan, DMAS mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp 1,39 triliun. Setiap pemegang saham berhak memperoleh dividen Rp 29 per saham sesuai ketentuan yang berlaku.
Jadwal cum date dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi ditetapkan pada 28 Oktober 2026, sedangkan pembayaran dijadwalkan berlangsung pada 13 November 2026.
Pada perdagangan Selasa (20/10/2026), saham DMAS ditutup pada harga Rp 178 per saham. Dengan menggunakan harga penutupan tersebut sebagai acuan, potensi dividend yield dividen interim mencapai sekitar 16 persen.
Meski menawarkan potensi imbal hasil dividen yang menarik, investor tetap perlu memperhatikan perubahan harga saham, jadwal pembagian dividen, serta perkembangan kinerja perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.









