— Grab Indonesia kembali memberikan apresiasi kepada mitra pengemudinya melalui Program BERKAH (Berangkat Umrah). Sebanyak 105 mitra pengemudi diberangkatkan untuk menunaikan ibadah umrah pada September 2026. Program ini merupakan wujud komitmen Grab dalam mendampingi mitra di berbagai tahapan kehidupan, melampaui sekadar insentif pekerjaan.

Dari 105 jamaah yang diberangkatkan, 100 di antaranya adalah penerima baru Program BERKAH. Lima jamaah lainnya merupakan mitra pengemudi dengan kisah inspiratif yang sebelumnya juga pernah menerima apresiasi serupa. Para penerima apresiasi ini tersebar dari berbagai kota besar di Indonesia, mencakup Jakarta, Makassar, Medan, Kendari, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Manado.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk hadir di momen terpenting dalam kehidupan para mitra. “Selama ini, para Mitra Pengemudi yang mengantar begitu banyak orang sampai ke tujuan. Kali ini, giliran kami yang mengantar mereka menuju satu perjalanan yang mungkin sudah lama mereka simpan dalam doa, ke Tanah Suci,” ujar Neneng saat konferensi pers di Tangerang, Banten, Sabtu (12/9/2026).

Pendekatan apresiasi melalui pengalaman personal seperti ibadah umrah dinilai memiliki nilai emosional dan personal yang lebih kuat dibandingkan insentif materiil semata. Hal ini menjadikan pengalaman mitra sebagai bagian integral dari hubungan antara perusahaan dan komunitasnya.

Program BERKAH yang dilaksanakan antara 1 April hingga 15 Mei 2026 ini membuka kesempatan bagi mitra pengemudi roda dua dan roda empat yang memenuhi kriteria tertentu. Mekanisme penilaian mempertimbangkan berbagai indikator aktivitas untuk memastikan mitra dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang proporsional, sehingga jangkauan program tidak terbatas pada kelompok mitra tertentu.

Salah satu penerima apresiasi tahun ini adalah Teguh Amboro, mitra GrabCar asal Banyumas yang baru bergabung pada awal 2026. “Saya baru bergabung sebagai Mitra GrabCar pada awal tahun 2026. Awalnya saya pikir kesempatan seperti ini mungkin lebih dekat untuk teman-teman yang sudah lama bergabung. Ternyata, saya yang masih baru pun punya kesempatan yang sama,” ungkap Teguh.

Kisah personal lain datang dari Endang Jayanti, yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan program umrah yang sebelumnya dijadwalkan untuk almarhum suaminya, Sukriadi, seorang penerima Program BERKAH dari Makassar. Kesempatan ini diberikan kepada Endang untuk meneruskan perjalanan spiritual suaminya.

Selain itu, Fika Chasasmeta, mitra pengemudi perempuan asal Jakarta yang aktif dalam komunitas Tuli, juga terpilih. Bagi Fika, perjalanan umrah ini menjadi momen berharga untuk kembali membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya sepulang ke Tanah Air.

Kisah-kisah personal ini memberikan dimensi narasi yang kuat pada program, memperkuat hubungan emosional antara mitra, keluarga, dan perusahaan. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengapresiasi inisiatif ini, menyatakan bahwa mitra pengemudi memegang amanah penting setiap harinya dan kesempatan umrah dapat menjadi pengalaman berkesan bagi mereka dan keluarga.

Program BERKAH yang bersifat berulang ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Grab dalam membangun ekosistem yang kuat. Kualitas ekosistem tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh bagaimana mitra merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkembang. Dengan memberikan apresiasi yang memiliki nilai personal, Grab tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga menciptakan cerita yang memperkuat ikatan komunitasnya.