Saham

Grup Prajogo Pangestu Gelar Buyback Saham Massal hingga Rp 3,5 Triliun

Empat emiten di bawah kendali Prajogo Pangestu secara serentak mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan total alokasi dana mencapai Rp 3,5 triliun.

Grup Prajogo Pangestu Gelar Buyback Saham Massal hingga Rp 3,5 Triliun
Grup Prajogo Pangestu (Sumber: Youtube Barito Pacific)

Empat perusahaan tercatat di bawah kendali konglomerat Prajogo Pangestu secara serentak mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham dengan total alokasi anggaran mencapai Rp 3,5 triliun.

Rincian Aksi Korporasi Emiten Prajogo

Langkah korporasi ini melibatkan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Masing-masing perusahaan telah menyiapkan dana dalam jumlah besar untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Nama EmitenAlokasi Dana MaksimalPeriode Buyback
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Rp 1 triliun20 Oktober 2026 – 19 Januari 2027
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)Rp 1 triliun19 Oktober 2026 – 31 Desember 2026
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)Rp 1 triliun19 Oktober 2026 – 31 Desember 2026
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)Rp 500 miliar19 Oktober 2026 – 31 Desember 2026

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyiapkan dana maksimal Rp 1 triliun untuk membeli kembali sahamnya di pasar. Manajemen menyampaikan bahwa aksi ini menyasar sebanyak-banyaknya 0,92% atau setara dengan 800 juta saham dari total lembar saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan.

“Jumlah saham yang akan dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya 0,92% atau sebesar 800 juta saham dari total lembar saham yang telah dikeluarkan oleh perseroan,” tulis manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (19/10/2026).

Lebih lanjut, manajemen memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak akan mengakibatkan penurunan pendapatan perseroan serta tidak membawa dampak signifikan terhadap struktur pembiayaan perusahaan.

Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turut mengalokasikan anggaran hingga Rp 1 triliun. Manajemen menjelaskan bahwa angka tersebut sudah mencakup seluruh kewajiban biaya yang timbul selama pelaksanaan aksi korporasi.

“Dana tersebut sudah termasuk biaya yang akan dikeluarkan oleh perseroan dalam pelaksanaan buyback, yang meliputi biaya transaksi, biaya perantara, dan biaya terkait lainnya,” jelas manajemen BRPT dalam keterbukaan informasi, Senin (19/10/2026).

Di sisi lain, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mengambil langkah serupa dengan menyiapkan pagu dana maksimal Rp 1 triliun untuk menyerap kembali saham perseroan di pasar.

Adapun PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalokasikan dana sebesar Rp 500 miliar. Manajemen CUAN memastikan bahwa pelaksanaan pembelian kembali saham ini tidak akan memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap kinerja maupun pendapatan perusahaan.

Keputusan tersebut didukung oleh ketersediaan saldo laba serta arus kas internal perseroan yang saat ini dinilai sudah mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan dana dalam merealisasikan program buyback tersebut.