Market

Harga Perak Antam Selasa 3 November: Naik Rp 550, Simak Harga Pecahan 250 dan 500 Gram

Harga perak Antam naik Rp 550 menjadi Rp 34.650 per gram pada Selasa 3 November 2026. Simak harga perak 250 dan 500 gram.

Harga Perak Antam Selasa 3 November: Naik Rp 550, Simak Harga Pecahan 250 dan 500 Gram
Foto: Dok. Investor

Harga perak murni produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali bergerak naik pada Selasa, 3 November 2026. Penguatan ini melanjutkan kenaikan yang sudah terjadi sehari sebelumnya setelah harga logam putih tersebut sempat mengalami koreksi cukup dalam pada akhir pekan.

Berdasarkan informasi di laman Logam Mulia, harga perak Antam bertambah Rp 550 menjadi Rp 34.650 per gram. Pergerakan di pasar domestik tersebut berlangsung seiring penguatan harga perak internasional yang mulai pulih dari tekanan pada pekan sebelumnya.

Harga Perak Antam Naik Dua Hari Berturut-turut

Kenaikan harga perak Antam pada Selasa melanjutkan penguatan yang terjadi pada Senin (2/11/2026). Saat itu, harga logam mulia tersebut bertambah Rp 450 sehingga berada di posisi Rp 34.100 per gram.

Sebelum mencatat kenaikan beruntun, harga perak Antam sempat mengalami penurunan tajam. Pada Sabtu (31/10/2026), nilainya merosot Rp 2.000 menjadi Rp 33.650 per gram.

Dengan perkembangan terbaru, harga perak telah bergerak kembali ke atas setelah melewati tekanan pada akhir Oktober. Perubahan tersebut menjadi perhatian bagi konsumen yang memantau harga logam mulia sebagai salah satu instrumen investasi maupun aset koleksi.

Untuk produk perak murni ukuran 250 gram, harga dasar yang ditetapkan Antam pada Selasa mencapai Rp 9.062.500. Setelah memperhitungkan PPN 11%, nilai pembeliannya menjadi Rp 10.059.375.

Adapun produk dengan berat 500 gram memiliki harga dasar Rp 17.325.000. Jika termasuk PPN 11%, harganya tercatat sebesar Rp 19.230.750.

Harga Perak Dunia Menguat di Pasar Amerika

Penguatan juga terjadi pada perdagangan perak internasional. Mengutip Kitco News, harga perak spot di pasar Amerika Serikat pada Senin (2/11/2026) berada di kisaran US$ 50,800 per ons.

Nilai tersebut naik US$ 1,800 atau sekitar 3,67%. Pergerakan positif ini menjadi pemulihan setelah harga perak mengalami penurunan tajam pada pekan sebelumnya.

Salah satu faktor yang memengaruhi perubahan sentimen pasar adalah penurunan harga minyak mentah. Kondisi tersebut meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang sebelumnya berkaitan dengan kenaikan biaya energi. Situasi ini turut membuka ruang bagi munculnya minat beli baru terhadap logam mulia.

Perkembangan Ekonomi AS dan Selat Hormuz Jadi Perhatian

Pelaku pasar juga mencermati laporan ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada Senin. Data tersebut memperlihatkan aktivitas manufaktur mengalami pertumbuhan lebih cepat selama Oktober 2026.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar komoditas. Situasi Selat Hormuz dan hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran menjadi dua faktor yang berpengaruh terhadap sentimen perdagangan global.

Munculnya kembali upaya diplomatik membuka harapan bagi penyelesaian melalui jalur negosiasi. Jika tercapai kesepakatan, kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz berpotensi pulih. Perkembangan tersebut menjadi salah satu hal yang terus dipantau pelaku pasar karena berkaitan dengan pasokan energi dan pergerakan harga komoditas dunia.