Investor asing masih melepas sejumlah saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi yang paling banyak dibukukan dalam transaksi jual bersih asing pada Rabu (21/10/2026), dengan nilai mencapai Rp 227,4 miliar.
Berdasarkan data Stockbit, aksi jual asing juga menyasar saham PT Antam Tbk (ANTM) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Di tengah tekanan jual tersebut, IHSG justru menguat 49,47 poin atau 0,94% ke posisi 5.328,3 saat penutupan perdagangan. Pergerakan ini menunjukkan penguatan indeks berlangsung bersamaan dengan keluarnya dana asing dari sejumlah saham.
BMRI Memimpin Daftar Saham yang Dilepas Investor Asing
BMRI menempati posisi teratas dalam daftar saham dengan nilai net sell asing terbesar pada perdagangan Rabu. Nilai jual bersih saham bank pelat merah tersebut mencapai Rp 227,4 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan saham lain dalam daftar.
ANTM berada di posisi kedua dengan net sell asing sebesar Rp 83,14 miliar. Selanjutnya, TLKM mencatatkan jual bersih senilai Rp 75,02 miliar.
Tekanan jual juga terjadi pada saham perbankan lainnya. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net sell Rp 73,14 miliar, sedangkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan Rp 49,53 miliar. Adapun saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mengalami jual bersih sebesar Rp 45,07 miliar.
Di sektor pertambangan dan energi, investor asing melepas saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) senilai Rp 51,92 miliar, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp 51,57 miliar, serta PT Timah Tbk (TINS) senilai Rp 50,85 miliar. Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat net sell Rp 38,76 miliar.
Net Sell Asing di Pasar Reguler Tembus Rp 527,8 Miliar
Secara keseluruhan, investor asing membukukan net sell sebesar Rp 70,7 miliar di seluruh pasar pada Rabu. Namun, angka tersebut merupakan hasil bersih dari transaksi jual dan beli di beberapa segmen perdagangan.
Di pasar reguler, nilai jual bersih asing mencapai Rp 527,8 miliar. Sebaliknya, investor asing mencatatkan net buy di pasar negosiasi dan tunai senilai Rp 457,09 miliar. Arus pembelian di kedua segmen tersebut mengimbangi sebagian besar tekanan jual yang terjadi di pasar reguler.
IHSG Menguat, Ratusan Saham Berakhir di Zona Hijau
Di tengah aksi jual asing, IHSG berhasil menguat 0,94% ke level 5.328,3. Pergerakan saham secara keseluruhan menunjukkan hasil yang beragam sepanjang perdagangan.
Sebanyak 384 saham ditutup naik, sementara 328 saham mengalami penurunan dan 251 saham tidak berubah. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 17,1 triliun.
Penguatan IHSG di tengah net sell asing memperlihatkan bahwa tekanan jual investor luar negeri tidak serta-merta membuat indeks melemah. Meski demikian, aktivitas asing pada saham-saham berkapitalisasi besar tetap menjadi salah satu indikator yang dicermati pelaku pasar dalam menilai arah perdagangan berikutnya.









