Rangkaian seri MotoGP Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island terancam mengalami penyesuaian jadwal menyusul estimasi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada Minggu (25/10). Ancaman hujan lebat dikhawatirkan mengganggu jalannya seluruh sesi balapan, termasuk kelas utama MotoGP.
Peluang perubahan susunan agenda tersebut diungkapkan oleh Fabio Di Giannantonio dalam sesi tanya jawab bersama awak media pada Kamis (22/10). Ia menyebutkan bahwa pembahasan terkait opsi alternatif agar kompetisi tetap bisa bergulir dalam kondisi optimal telah mulai dilakukan.
Kendati demikian, pihak penyelenggara belum mengeluarkan keputusan resmi terkait perombakan tersebut. Hingga saat ini, Sprint Race tetap diagendakan pada Sabtu (24/10), sementara balapan utama dilangsungkan keesokan harinya.
Prakiraan Cuaca Buruk pada Hari Minggu
Berdasarkan data dari Biro Meteorologi Australia, kondisi cuaca pada Jumat diprediksi cerah dengan suhu maksimal menyentuh 26 derajat Celsius, meski bakal disertai embusan angin kencang sepanjang sesi latihan.
Situasi mulai mengalami penurunan kualitas pada hari Sabtu. Temperatur maksimal diperkirakan berada di angka 19 derajat Celsius dengan probabilitas hujan mencapai 95 persen serta potensi curah hujan berkisar antara 6 hingga 20 milimeter. Walau demikian, intensitas hujan diprediksi baru turun pada sore hingga malam hari, sehingga agenda Sprint berpeluang tetap terlaksana secara normal.
Potensi cuaca paling ekstrem diestimasi terjadi pada hari Minggu tatkala peluang hujan mencapai 100 persen. Suhu maksimal dipatok pada 18 derajat Celsius dengan volume curah hujan di kisaran 10 sampai 30 milimeter yang dikhawatirkan mengguyur sepanjang hari dan berdampak langsung pada kelas Moto3, Moto2, serta MotoGP.
Pernah Ubah Jadwal pada 2023: Balapan Grand Prix di Hari Sabtu
Situasi serupa bukan kali pertama mengancam penyelenggaraan di Phillip Island. Pada musim 2023, pengelola pernah melakukan perombakan agenda ketika balapan utama digeser ke hari Sabtu demi menghindari potensi bahaya akibat angin kencang, suhu dingin, dan curah hujan tinggi.
Prediksi cuaca buruk kala itu terbukti benar pada hari Minggu. Walaupun sesi pemanasan dan kelas Moto3 sempat bergulir di atas lintasan basah, jalannya balapan Moto2 terpaksa dihentikan dan agenda Sprint MotoGP dibatalkan total.
Pengalaman masa lalu tersebut kini menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengambil kebijakan dalam memantau perkembangan cuaca mutakhir sebelum menetapkan langkah lanjutan. Di sisi lain, potensi cuaca ekstrem ini turut memberi warna tersendiri pada ketatnya perebutan titel juara dunia yang hanya dipisahkan jarak dua angka antara Jorge Martin dan Marc Marquez.
Rangkaian MotoGP Australia 2026 sekaligus menandai penampilan pamungkas di Phillip Island sebelum ajang balap motor bergengsi tersebut dipindahkan ke Adelaide mulai tahun 2027.









