Saham

Cara Membeli Saham untuk Pemula, Pahami Tahapan Investasi dan Risiko Sebelum Mulai Bertransaksi

Investor pemula perlu memahami cara membeli saham, mulai dari memilih sekuritas berizin hingga mempelajari emiten dan mengelola risiko.

Cara Membeli Saham untuk Pemula, Pahami Tahapan Investasi dan Risiko Sebelum Mulai Bertransaksi
Foto: Dok. Cobisnis

Kemudahan teknologi membuat investasi saham semakin dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda. Melalui aplikasi di ponsel, investor kini bisa memantau pergerakan harga dan melakukan transaksi secara real-time tanpa perlu mendatangi kantor perusahaan sekuritas.

Namun, kemudahan tersebut belum sepenuhnya diimbangi pemahaman tentang pasar modal. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi pasar modal sebesar 17,7 persen, sedangkan indeks inklusinya mencapai 1,34 persen. Data ini menunjukkan pentingnya edukasi agar masyarakat tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tren.

Kenali Dasar Investasi Sebelum Membeli Saham

Saham merupakan bukti kepemilikan atas sebagian modal suatu perusahaan. Investor berpotensi memperoleh keuntungan melalui dividen, yakni pembagian laba perusahaan, atau capital gain ketika harga saham naik dan dijual pada harga lebih tinggi.

Sebaliknya, penurunan harga saham dapat menimbulkan capital loss. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada kondisi perusahaan, tujuan keuangan, dan kemampuan menghadapi risiko, bukan sekadar rekomendasi di media sosial.

Mengutip Pluang pada Rabu (21/10/2026), terdapat sejumlah tahapan yang bisa diperhatikan calon investor sebelum mulai membeli saham.

Langkah Membeli Saham bagi Investor Pemula

Pilih perusahaan sekuritas berizin

Langkah pertama adalah memilih perusahaan sekuritas yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan OJK. Calon investor juga perlu membandingkan biaya transaksi, fasilitas analisis, serta kemudahan penggunaan aplikasi.

Buka rekening efek dan RDN

Setelah menentukan sekuritas, calon investor perlu mendaftarkan diri dan menjalani verifikasi identitas. Dokumen yang biasanya diperlukan antara lain KTP dan swafoto. Investor selanjutnya membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) untuk menyimpan dana transaksi saham.

Setorkan dana sesuai kemampuan

Dana investasi sebaiknya berasal dari uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok maupun dana darurat. Menentukan batas modal sejak awal membantu menjaga kondisi keuangan pribadi tetap terkendali.

Pelajari perusahaan yang akan dibeli

Sebelum memilih saham, pelajari bidang usaha emiten, kondisi keuangan, kinerja bisnis, dan prospeknya. Informasi tersebut dapat membantu investor menilai kesesuaian saham dengan tujuan investasi dan profil risikonya.

Tentukan jumlah lot dan harga

Di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI), satu lot terdiri atas 100 lembar saham. Investor perlu menentukan jumlah lot, harga beli, serta memperhitungkan biaya transaksi agar kebutuhan dana dapat diperkirakan.

Periksa pesanan sebelum dikirim

Pastikan kode saham, jumlah lot, harga, dan estimasi biaya sudah benar sebelum mengonfirmasi pesanan. Transaksi tidak selalu langsung terlaksana karena bergantung pada jenis pesanan dan ketersediaan penjual. Jika berhasil, saham akan tercatat dalam portofolio.

Mulai Investasi dengan Perencanaan

Investasi saham tidak harus dimulai dengan modal besar. Hal yang lebih penting adalah memahami mekanisme pasar, menggunakan dana sesuai kemampuan, dan mengevaluasi portofolio secara berkala.

Dengan pengetahuan yang memadai, investor pemula dapat mengambil keputusan secara lebih terukur dan menjadikan saham sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.