Topik.id — Pergerakan rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Rabu, 16 September 2026. Mata uang Garuda dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat seiring investor mencermati perkembangan pasar global dan arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah di pasar spot exchange pada pukul 09.05 WIB berada di level Rp17.730 per dolar AS. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan 36 poin atau sekitar 0,20% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pergerakan tersebut turut menjadi perhatian karena pasar tengah menunggu keputusan suku bunga The Fed.
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.730 per Dolar AS
Tekanan terhadap rupiah terlihat sejak awal sesi perdagangan. Pelemahan mata uang domestik membuat harga dolar AS di perbankan nasional bergerak pada level yang berbeda-beda, tergantung jenis transaksi dan layanan yang digunakan nasabah.
Perbedaan kurs tersebut terlihat pada harga beli dan jual dolar AS di BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Kurs special rate, e-rate, TT counter, hingga bank notes memiliki spread yang disesuaikan dengan mekanisme transaksi masing-masing bank.
Kurs Dolar AS di BCA Hari Ini
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.07 WIB menetapkan kurs dolar AS melalui e-rate dengan harga beli Rp17.733 dan harga jual Rp17.753.
Sementara itu, untuk transaksi TT counter, BCA memasang kurs beli Rp17.510 dan kurs jual Rp17.790 per dolar AS. Besaran yang sama juga berlaku untuk bank notes, yakni Rp17.510 untuk harga beli dan Rp17.790 untuk harga jual.
Harga Dolar AS di Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menawarkan special rate dolar AS pada level Rp17.635 untuk pembelian dan Rp17.665 untuk penjualan.
Untuk transaksi TT counter, kurs beli dolar AS berada di Rp17.470, sedangkan kurs jual mencapai Rp17.770. Level yang sama juga tercatat pada transaksi bank notes Bank Mandiri.
Kurs USD di BRI dan BNI
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menetapkan kurs dolar AS dengan harga beli Rp17.674 dan harga jual Rp17.699 per dolar AS. Spread yang relatif lebih sempit pada kuotasi tersebut mencerminkan harga transaksi yang berlaku pada layanan bank.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada pukul 09.05 WIB mencatat special rate dengan kurs beli Rp17.721 dan kurs jual Rp17.751.
Pada transaksi TT counter, BNI menetapkan harga beli Rp17.475 dan harga jual Rp17.775. Sedangkan untuk bank notes, kurs beli berada di Rp17.550 dan kurs jual Rp17.850.
Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed
Pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan berlangsung ketika perhatian pasar tertuju pada agenda bank sentral Amerika Serikat. Investor akan mencermati keputusan suku bunga sekaligus pernyataan The Fed karena dapat memengaruhi arah dolar AS, yield obligasi, dan aliran dana ke pasar negara berkembang.
Bagi pelaku pasar domestik, perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan ruang pergerakan rupiah sepanjang perdagangan hari ini.
