Topik.id — Nilai tukar rupiah di pasar spot gagal keluar dari zona merah hingga akhir perdagangan pada Rabu, 16 September 2026. Mata uang Garuda tersebut ditutup melemah tipis ke level Rp 17.696 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi penutupan ini menunjukkan koreksi tipis sebesar 0,01% jika dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.694 per dolar AS. Pergerakan rupiah kali ini juga tercatat berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Kinerja Mata Uang Asia
Hingga pukul 15.00 WIB, sebagian besar mata uang di kawasan regional justru mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia memimpin daftar dengan lonjakan tertinggi sebesar 0,25%, diikuti oleh dolar Taiwan yang menanjak 0,2%.
Penguatan juga dialami oleh peso Filipina sebesar 0,16%. Sementara itu, yen Jepang dan yuan China sama-sama mencatatkan kenaikan 0,06%. Mata uang baht Thailand terapresiasi 0,02% dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01%.
Di sisi lain, pelemahan juga dialami oleh beberapa mata uang Asia selain rupiah. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan koreksi terdalam setelah anjlok 0,26%. Menyusul di belakangnya, dolar Singapura turun 0,02% dan rupee India melemah tipis 0,001% terhadap dolar AS.
