PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), emiten pengelola platform voucher digital Ultra Voucher, membukukan lonjakan laba bersih sebesar 395,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp10,63 miliar sepanjang Januari–September 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih tercatat Rp2,14 miliar.
Pertumbuhan keuntungan sejalan dengan kenaikan penjualan bersih menjadi Rp917,99 miliar hingga akhir September 2026, meningkat 37,9 persen dibandingkan Rp665,51 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.
Berdasarkan laporan keuangan interim yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (24/10/2026), UVCR mencatat kenaikan laba bruto 56,5 persen menjadi Rp44,50 miliar dari Rp28,44 miliar.
Laba per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi Rp5,31 per saham dibandingkan Rp1,07 per saham pada periode yang sama tahun lalu.
Penjualan Ultra Voucher meningkat 37,9 persen
Pertumbuhan pendapatan UVCR terutama berasal dari penjualan voucher belanja yang menjadi kontributor terbesar bisnis perusahaan.
Hingga September 2026, penjualan voucher belanja mencapai Rp873,22 miliar dari Rp605,42 miliar setahun sebelumnya. Penjualan pulsa turun menjadi Rp32,22 miliar dari Rp55,59 miliar, sedangkan kategori lainnya meningkat menjadi Rp12,54 miliar dari Rp4,48 miliar.
| Jenis produk | 9M 2025 | 9M 2026 |
|---|---|---|
| Voucher belanja | Rp605,42 miliar | Rp873,22 miliar |
| Pulsa | Rp55,59 miliar | Rp32,22 miliar |
| Lain-lain | Rp4,48 miliar | Rp12,54 miliar |
| Total penjualan | Rp665,51 miliar | Rp917,99 miliar |
Dari sisi pelanggan, UV Mobile menyumbang penjualan Rp553,73 miliar, naik dibandingkan Rp378,78 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Advanced Plus Technologies Pte. Ltd. berkontribusi Rp139,65 miliar pada periode Januari–September 2026. Keduanya masing-masing menyumbang lebih dari 10 persen total penjualan bersih perseroan.
Laba usaha UVCR berbalik positif
Meski beban pokok penjualan naik menjadi Rp873,48 miliar dari Rp637,06 miliar, pertumbuhan laba bruto perusahaan melampaui kenaikan penjualan bersih.
Beban usaha meningkat menjadi Rp34,14 miliar dari Rp28,72 miliar, terdiri atas beban umum dan administrasi Rp28,66 miliar serta beban penjualan Rp5,47 miliar.
UVCR membukukan laba usaha sekitar Rp10,36 miliar, berbalik dari rugi usaha Rp275,91 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
| Indikator | 9M 2025 | 9M 2026 |
|---|---|---|
| Penjualan bersih | Rp665,51 miliar | Rp917,99 miliar |
| Beban pokok penjualan | Rp637,06 miliar | Rp873,48 miliar |
| Laba bruto | Rp28,44 miliar | Rp44,50 miliar |
| Beban usaha | Rp28,72 miliar | Rp34,14 miliar |
| Laba (rugi) usaha | (Rp275,91 juta) | Rp10,36 miliar |
| Laba bersih | Rp2,14 miliar | Rp10,63 miliar |
| Laba per saham | Rp1,07 | Rp5,31 |
Angka dibulatkan berdasarkan laporan keuangan interim perseroan.
Aset UVCR meningkat menjadi Rp245,77 miliar
Total aset Trimegah Karya Pratama mencapai Rp245,77 miliar pada September 2026, naik dari Rp217,03 miliar pada Desember 2025. Liabilitas meningkat menjadi Rp134,02 miliar dari Rp113,41 miliar, sementara ekuitas naik menjadi Rp111,74 miliar dari Rp103,62 miliar.
| Posisi keuangan | Desember 2025 | September 2026 |
|---|---|---|
| Total aset | Rp217,03 miliar | Rp245,77 miliar |
| Total liabilitas | Rp113,41 miliar | Rp134,02 miliar |
| Total ekuitas | Rp103,62 miliar | Rp111,74 miliar |
Beban keuangan UVCR turun menjadi Rp4,33 miliar dari Rp5,57 miliar. Sementara itu, beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp2,81 miliar dari Rp864,05 juta.
UVCR perkuat bisnis Ultra Voucher Gift Card
Trimegah Karya Pratama melanjutkan pengembangan ekosistem voucher digital melalui Ultra Voucher, termasuk Ultra Voucher Gift Card (UVGC) untuk kebutuhan konsumen dan korporasi.
Direktur Trimegah Karya Pratama Riky Boy H. Permata dalam Public Expose Live pada 10 September 2026 menjelaskan peningkatan permintaan solusi voucher dan loyalitas dari berbagai industri menjadi pendorong bisnis UVCR. Pada semester pertama 2026, perseroan mencatat pertumbuhan laba bersih sekitar 604 persen secara tahunan, sedangkan secara kumulatif hingga September 2026 tumbuh 395,6 persen.
UVCR bersiap gelar RUPSLB pada 27 Oktober 2026
Trimegah Karya Pratama menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 27 Oktober 2026. Agenda mencakup permintaan persetujuan atas rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) serta penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Pemegang saham yang tercatat pada 2 Oktober 2026 berhak menghadiri rapat sesuai ketentuan. Rencana penambahan modal masih memerlukan persetujuan pemegang saham, sehingga belum dapat dinyatakan sebagai aksi korporasi yang telah disetujui.
Dengan laba bersih Rp10,63 miliar hingga September 2026, UVCR mencatat pertumbuhan keuntungan hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja tersebut didukung pertumbuhan penjualan voucher digital, kenaikan laba bruto, serta perbaikan hasil operasional perusahaan.









